Konstruksi Media – Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) resmi memulai program Gentengisasi Menteng Tenggulun, Jakarta Pusat. Langkah ini merupakan bagian dari strategi penataan kawasan padat penduduk untuk menciptakan hunian yang lebih sehat, tertib, dan berdaya secara ekonomi.
Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Kementerian PKP, Sri Haryati, menjelaskan bahwa penataan ini merupakan hasil kolaborasi lintas sektor yang melibatkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, sektor perbankan, praktisi CSR, hingga Ikatan Arsitek Indonesia (IAI).
Renovasi 52 Rumah Tidak Layak Huni
Dalam program ini, sebanyak 52 unit rumah yang masuk kategori tidak layak huni akan direnovasi total. Dari jumlah tersebut, 23 unit di antaranya adalah rumah sekaligus tempat usaha pelaku UMKM.
“Insya Allah, ada 52 rumah yang direnovasi menjadi layak huni. Semua pembiayaan renovasi rumah dan penataan lorong dilakukan melalui dana CSR secara gotong royong,” ujar Sri Haryati dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (25/2/2026).
Estimasi awal kebutuhan anggaran untuk penataan ini mencapai Rp5 miliar. Proses fisik pembangunan dijadwalkan mulai berjalan setelah Lebaran 2026 dan ditargetkan rampung secara bertahap pada Juni hingga Juli 2026.
Transformasi Kawasan Padat di Jantung Menteng
Meski Menteng dikenal sebagai kawasan elite, data menunjukkan bahwa dari 10 RW yang ada, enam di antaranya merupakan pemukiman padat. Dari populasi 25.000 jiwa di Menteng, hanya sekitar 5.000 orang yang tinggal di area elite, sementara sisanya bermukim di kawasan padat seperti Menteng Tenggulun.
Baca juga: Kementerian PKP Bangun Rusun TNI AL di Surabaya, Siapkan Anggaran hingga Rp43 Miliar
Melalui program Gentengisasi, kawasan ini akan dijadikan pilot project “Kampung Gotong Royong”. Penataan tidak hanya fokus pada atap dan dinding rumah, tetapi juga mencakup:
- Perbaikan sanitas dan drainase lingkungan.
- Penataan lorong kawasan agar lebih rapi.
- Pembentukan kawasan wisata kuliner berbasis UMKM.
Pendampingan “Ladies Banker” untuk UMKM
Program ini juga membawa misi penguatan ekonomi. Kelompok profesional perempuan perbankan yang disebut “Ladies Banker” akan diterjunkan untuk memberikan pendampingan literasi keuangan dan kreativitas usaha bagi warga.
“Kami ingin Menteng Tenggulun menjadi contoh bagaimana kawasan padat bisa bertransformasi menjadi lingkungan yang sehat dan berdaya ekonomi tanpa menghilangkan semangat gotong royong warga,” tambah Sri.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kementerian masih melakukan finalisasi perhitungan detail anggaran bersama para mitra strategis guna memastikan seluruh target renovasi tercapai tepat waktu. (***)




