ESGNewsSustainability

Kemenperin: Baru 40% Industri Ikuti Roadmap NZE

Kemenperin ungkap baru 40% industri yang mengikuti Roadmap Net Zero Emission (NZE).

Konstruksi Media – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) tengah berupaya keras mendorong partisipasi industri nasional dalam peta jalan Net Zero Emission (NZE). Target ambisius ditetapkan, yaitu agar seluruh industri di Indonesia dapat mengikuti program dekarbonisasi tersebut hingga tahun 2050.

Hal ini disampaikan oleh Muhammad Taufik, S.T., M.T., Sekretaris Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kementerian Perindustrian RI, di sela-sela acara ESG SYMPOSIUM INDONESIA 2025 di Hotel Ritz Carlton Jakarta, Selasa (2/12).

Saat ini, Kemenperin memperkirakan tingkat partisipasi industri yang mengikuti roadmap NZE masih berkisar antara 30 sampai 40 persen. Pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan partisipasi pada konsep berkelanjutan tersebut.

“Kita berharap hinggga 2050 nanti seluruh industri yang ada di Indonesia bisa mengikuti roadmap yang telah ditetapkan oleh pemerintah,” ujar Taufik, menekankan pentingnya sinergi sektor industri dalam mewujudkan NZE.

Tiga Pendekatan Utama untuk Mendorong NZE

Muhammad Taufik saat memberikan pemaparan di ESG SYMPOSIUM 2025. Dok.Konstruksi Media

Dalam upaya meyakinkan dan memfasilitasi industri untuk bertransisi, Kemenperin memiliki tiga strategi utama dalam roadmap NZE yang fokus pada proses produksi yang lebih efisien dan bersih. Berikut tiga pendekatannya:

  • Efisiensi penggunaan energi.
  • Mengarahkan proses produksi yang lebih bersih sehingga bisa meminimalkan emisi juga limbah.
  • Pemanfaatan sumber energi yang lebih bersih.

“Kita saat ini sudah punya roadmap untuk net zero emission,” kata Taufik. Ia menambahkan, langkah mengarahkan proses produksi yang lebih bersih adalah kunci agar industri “bisa meminimalkan emisi juga limbah.”

Insentif untuk Investasi Teknologi dan Inovasi

KIA
KIA salah satu perusahaan yang berpartisipasi di ESG Symposium 2025. Dok.Konstruksi Media

Taufik mengakui bahwa proses transisi menuju net zero emission memerlukan investasi finansial yang signifikan bagi pelaku industri, khususnya dalam adopsi teknologi.

“Untuk bisa mengarah ke net zero emission industri harus berinvestasi karena ada kaitannya dengan inovasi dan teknologi. Karena teknologi bukan berarti tidak membutuhkan biaya,” jelasnya.

Menyadari tantangan pembiayaan ini, pemerintah saat ini sedang merumuskan skema insentif untuk membantu industri. Dengan demikian, industri dapat lebih mudah untuk mengikuti skema pemerintah demi mencapai target NZE pada 2050.

“Insentif masih dalam proses perumusan. Mungkin nanti pemerintah akan memberikan insentif untuk membantu industri berinvestasi ke arah industri hijau,” pungkas Taufik.

Artikel Terkait

Back to top button
Chat WhatsApp
Banner Kiri
Banner Kanan