Info ProyekNews

Kelola Kontrak Rp17,4 Triliun, Petrosea Percepat Pembangunan Jalan Hauling di Kapuas

PT Petrosea Tbk (IDX: PTRO) mengumumkan kemajuan signifikan dalam proyek jasa pertambangan di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah.

Konstruksi Media – PT Petrosea Tbk (IDX: PTRO) mengumumkan kemajuan signifikan dalam proyek jasa pertambangan di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah. Proyek terintegrasi ini memiliki estimasi nilai kontrak raksasa mencapai Rp17,4 triliun yang akan berlangsung sepanjang usia tambang (life of mine).

Dalam kerja sama dengan PT Pasir Bara Prima (PBP), Petrosea telah berhasil melakukan pengupasan lapisan penutup (overburden removal) sebanyak lebih dari 7,2 juta BCM sejak proyek dimulai pada Agustus 2024. Secara keseluruhan, target pekerjaan mencakup pemindahan 234,9 juta BCM lapisan penutup serta produksi batubara sebesar 26 juta ton.

Selesaikan Jalan Tambang 29,6 Kilometer

Selain aktivitas pengerukan, Petrosea melalui anak usahanya, PT Lintas Kelola Bersama (LKB), tengah merampungkan pembangunan infrastruktur utama berupa jalan tambang (hauling road). Jalan sepanjang 29,6 kilometer ini terbagi dalam enam segmen dan akan menjadi urat nadi distribusi hasil tambang di kawasan tersebut.

Presiden Direktur PT Petrosea Tbk, Michael, menegaskan bahwa kesuksesan ini menunjukkan keahlian perusahaan dalam mengelola proyek pertambangan yang terpadu dengan infrastruktur pendukungnya.

“Kami memastikan setiap langkah pengembangan, termasuk pengelolaan hauling road, dijalankan secara pruden dan sesuai dengan regulasi yang berlaku demi hasil optimal bagi grup,” ujar Michael, Selasa (30/12), dalam siaran pers terbaru perusahaan.

Baca Juga:

Petrosea Perkuat ‘Lengan’ Konstruksi, Akuisisi Scan-Bilt Rp 131 Miliar untuk Proyek EPC

Dukung Ambisi Grup Petrindo Proyek ini juga menjadi bagian krusial dari strategi pertumbuhan grup Petrindo, induk usaha Petrosea yang berencana mengakuisisi PT Singaraja Putra Tbk (SINI). Melalui akuisisi ini, grup Petrindo secara konsolidasi akan mengelola cadangan batubara hingga 378 juta ton.

Langkah ini diprediksi akan menempatkan Petrindo sebagai salah satu perusahaan tambang batubara terbesar di Indonesia dengan dukungan layanan hulu ke hilir dari Petrosea, mulai dari konstruksi EPC, logistik, hingga operasional tambang di kawasan Asia Pasifik dan Oseania.

Artikel Terkait

Back to top button
Chat WhatsApp

HUBUNGI KAMI

👑 Berlangganan Artikel Premium 📰 Iklan Display Produk (Majalah dan Website) 📣 Liputan Khusus
Banner Kiri
Banner Kanan