
Kebut Proyek Tol Serang – Panimbang, Basuki Optimis Bisa Genjot Pariwisata
Konstruksi Media – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meminta Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) terus mempercepat pembangunan Jalan Tol Serang – Panimbang yang membentang sepanjang 83,67 km.
Tol Serang – Panimbang terdiri dari tiga seksi yang dikerjakan melalui skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Untuk Seksi 1-2 menjadi porsi Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) oleh PT. Wijaya Karya Serang Panimbang dan Seksi 3 porsi pemerintah.
“Akses jalan yang semakin baik akan menunjang perekonomian masyarakat di kawasan wisata,” ujar Basuki Hadimuljono dalam keterangan tertulis, Senin (12/7/2021).
- Tiga Tantangan Utama dalam Program 3 Juta Rumah, Apa Saja?
- SANY Luncurkan Truk Tambang Hibrida Pertama Buatan Lokal di India
- Pantau Arus Balik, Menteri PU Cek Jalan Tol Fungsional Probowangi
Proyek senilai Rp 8.58 triliun diyakini akan meningkatkan akselerasi pengembangan destinasi wisata di kawasan Banten.
Bahkan, jalan tol yang melintasi wilayah Kota & Kabupaten Serang, Lebak dan Pandeglang tersebut akan dapat memperlancar konektivitas perekonomian masyarakat baik, terutama sektor industri.
Tol Serang – Panimbang terdiri dari tiga seksi yakni Seksi 1 sepanjang 26,5 km menghubungkan Serang – Rangkasbitung, Seksi 2 sepanjang 24,17 km menghubungkan Rangkasbitung – Cileles, dan Seksi 3 sepanjang 33 km menghubungkan Cileles – Panimbang.
“Untuk Seksi 1 saat ini progres pembangunannya sudah mencapai 96.63% dan siap diresmikan pada Agustus 2021,” imbuhnya.
Sementara untuk seksi 2 dan 3 masih dalam tahap pembebasan lahan dengan progres Seksi 2 mencapai 75% dan Seksi 3 sebesar 64,21%. Seksi 2 dan 3 ditargetkan selesai konstruksi pada Agustus 2023.
Kehadiran Tol Serang-Panimbang diharapkan akan mendukung pengembangan ekonomi Wilayah Banten Tengah dan Banten Selatan dengan Banten Utara yang secara geografis berdekatan dengan DKI Jakarta.
Selain itu, Tol Serang-Panimbang akan memberikan kemudahan dan efisiensi waktu perjalanan seperti dari Jakarta menuju obyek wisata Tanjung Lesung yang sebelumnya membutuhkan waktu tempuh hingga 5 jam menjadi sekitar 2 – 3 jam dengan kecepatan rata-rata 100 km/jam. ***