
Kadin Gelar Diskusi Ekonomi Sirkular, Ini Poin-Poin Pentingnya
Kadin Tekankan Pentingnya Koordinasi Lintas Sektor dalam Penerapan Ekonomi Sirkular
Konstruksi Media – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat penerapan ekonomi sirkular dan material ramah lingkungan di industri konstruksi.
Pesan ini disampaikan dalam diskusi “Pengelolaan Limbah dan Circular Economy” yang digelar di Ruang SBS, Menara Kadin, Jakarta, Rabu (10/12).
Acara tersebut dihadiri berbagai pelaku usaha dan asosiasi, termasuk Direktur PT Joe Green Indonesia, Boediman Widjaja, yang memperkenalkan inovasi material konstruksi berkelanjutan seperti agregat ringan dan teknologi ramah lingkungan untuk pengolahan limbah konstruksi.
Baca Juga:
Bandara IKN Masuki Tahap Akhir Menuju Bandara Umum
Dunia Usaha Gerak Cepat dalam Praktik Hijau

Wakil Ketua Umum Bidang Advokasi dan Industri ALB Kadin Indonesia, Achmad Widjaja, menjelaskan bahwa dunia usaha saat ini bergerak lebih cepat dibanding regulasi pemerintah dalam komitmen menuju praktik hijau.
Sementara Indonesia telah membuat banyak janji global terkait keberlanjutan, implementasi di lapangan masih terhambat oleh kebijakan yang tumpang tindih.
“Masalahnya, dunia usaha sudah melebar ke arah go green, sementara pemerintah masih terkendala kebijakan-kebijakan sebelumnya yang butuh revisi. Kalau hanya menunggu pemerintah, prosesnya akan panjang,” ujar Achmad.
Ia menegaskan perlunya pemerintah lebih dekat dengan pelaku usaha agar transformasi bisa berjalan seimbang.
Achmad mencontohkan sektor energi yang hingga kini belum selesai proses transisinya. Menurutnya, koordinasi antara pemerintah pusat, daerah, dan pelaku usaha harus diperkuat.
Kadin, kata dia, hadir sebagai penengah untuk membantu menyelaraskan kepentingan pemerintah dan dunia usaha.
“Diskusi seperti ini agar pemerintah melihat bahwa apa yang mereka janjikan seharusnya dikerjakan bersama. Lagi-lagi kuncinya kolaborasi, koordinasi, dan komitmen,” ujarnya.
Ketersediaan Bahan Ramah Lingkungan

Dari hasil diskusi, Achmad mencatat bahwa sejumlah bahan bangunan ramah lingkungan sebenarnya sudah banyak tersedia di Indonesia. Namun, pemerintah perlu lebih menyadari potensi tersebut agar dapat diintegrasikan ke dalam kebijakan maupun proyek pembangunan.
“Pertanyaannya, apakah pemerintah mau mengaplikasikannya? Kalau itu bisa menjadi bagian dari kebersamaan pemerintah dan swasta, kita bisa mempercepat apa yang sudah dijanjikan ke dunia,” katanya.
Baca Juga:
Krakatau Steel Siap Eksekusi Program 300 Ribu Jembatan Prabowo
Kadin berencana menggelar diskusi lanjutan dengan melibatkan pemangku kepentingan pemerintah guna memastikan kebijakan terkait konstruksi hijau dapat berjalan seirama dengan inovasi dunia usaha.
Achmad menyebut sejumlah bangunan di Indonesia sudah menerapkan prinsip keberlanjutan, termasuk pemanfaatan panel surya.
“Dunia usaha sudah mulai. Tinggal pemerintah mau menambahkan apa,” tutupnya.




