Jusuf Hamka: Nyinyir Sama Pemerintah Salah, Swasta yang Membangun untuk Negeri
Jadi kalau orang nyinyir sama pemerintah itu salah besar, karena ini swasta yang membangun untuk negeri.
Konstruksi Media – Video Jusuf Hamka saat menandatangani kontrak pembiayaan pembangunan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) viral di media sosial (medsos). Babah Alun, sapaannya, melalui PT Citra Karya Jabar Tol (CKJT) melanjutkan proyek Tol Cisumdawu setelah mendapatkan pembiayaan sindikasi dari Bank Syariah Indonesia (BSI).
Pembiayaan itu merujuk Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) Tol Cisumdawu. Bila melihat dari laman resmi Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), penandatanganan perjanjian pembiayaan sindikasi berdasarkan prinsip Musyarakah Mutanaqishah (MMq).
“Baru tandatangan 28 Desember 2022. Alhamdulillah duit anak kampung. Jadi gak ada duit pemerintah. Jadi kalau orang bilang bangun jalan tol pakai uang pemerintah itu bohong. Jadi kolaborasi pemerintah dan swasta,” kata Jusuf Hamka mengutip dari video di akun Twitter @delyano17, Rabu (4/1/2023).
Ia mengatakan, pembangunan Tol Cisumdawu menyisakan Seksi IV Cimalaka-Legok sepanjang 8,2 kilometer (km), Seksi 5 Legok-Ujungjaya sepanjang 14,9 km, dan Seksi 6 Ujungjaya-Dawuan sepanjang 6,06 km. Karena itu, kata dia, salah besar jika hanya pemerintah yang dianggap membangun jalan tol.
Baca juga: Lima Transportasi Umum di IKN Nusantara, Apa Saja?
“Jadi kalau orang nyinyir sama pemerintah itu salah besar, karena ini swasta yang membangun untuk negeri,” ucapnya.
Menurut dia, pembangunan Tol Cisumdawu dikonsep seperti di luar negeri. Misalnya, ada toko seperti di Amerika Serikat dan Jepang.
“Pokoknya nanti Tol Cisumdawu bukan hanya terowongan kembar, tapi nanti ada outlet seperti di luar negeri, ada kayak di Boston Amerika atau kayak di Jepang,” ujarnya.
Jusuf mengatakan, pembangunan di Tol Cisumdawu bukan satu-satunya yang sudah dikerjakannya. PT Citra Marga Nusaphala Persada sudah menggarap enam jalan tol. Setelah ini, bakal mengerjakan Tol Harbour Road II rute Ancol Timur-Pluit sepanjang 9,6 km.
“Ini kita bukan jalan tol satu-satunya, kita sudah ada enam dan kita akan bangun lagi nanti Harbour II dan akan dibiayai bank syariah. Ini bank syariah ini memakai hukum syariah. Nanti akan membuat jalan tol syariah, nanti sahamnya juga syariah yang akan dipublikasikan tahun 2023, karena sekarang sedang digodok dengan akademisi dan BPJT,” jelasnya.
Baca artikel selanjutnya: