Johnson Controls dan Thamrin Nine Pangkas Konsumsi Energi hingga 30%
Johnson Controls menyelesaikan proyek kerja sama jangka panjang dengan Thamrin Nine dan mencatatkan penghematan energi hingga 30%.
Konstruksi Media – Johnson Controls menyelesaikan proyek kerja sama jangka panjang dengan Thamrin Nine dan mencatatkan penghematan energi hingga 30% di kompleks gedung serbaguna yang berada di pusat bisnis Jakarta tersebut.
Proyek ini juga berhasil meraih sertifikasi BCA Green Mark Platinum sebagai pengakuan atas kinerja lingkungan yang dinilai luar biasa.
Dalam kerja sama ini, Johnson Controls menyediakan desain dan implementasi sistem pendingin (chiller plant), rekayasa, serta sistem otomasi gedung untuk dua menara utama di kawasan Thamrin Nine.
Baca Juga:
Kedua menara itu adalah Autograph Tower, gedung tertinggi di Belahan Bumi Selatan setinggi 382,9 meter dan Luminary Tower. Dengan sistem yang sudah terpasang penuh, Johnson Controls akan melanjutkan layanan pemeliharaan untuk menjaga efisiensi, kenyamanan, dan masa pakai peralatan.
Michael Wiener, Design Director Thamrin Nine, menyebut proyek tersebut sebagai bagian penting dari transformasi kawasan. Proyek ini menjadi perkembangan penting dalam pembangunan perkotaan di Jakarta.
“Kami ingin mengubah cara masyarakat bekerja, beraktivitas, dan menjalani hidup di Jakarta. Johnson Controls merupakan mitra ideal yang ikut mewujudkan visi tersebut dan menjaga performa bangunan tetap optimal,” ujar Wiener, dalam siaran pers yang diterima, Senin (17/11).
Sistem Gedung Berforma Tinggi Johnson Controls di Thamrin Nine
Johnson Controls merancang dan memasang sistem gedung terintegrasi dengan performa tinggi, termasuk pengoptimalan sistem pendingin yang menjadi proyek pertama perusahaan di Indonesia.
Di Autograph Tower, sistem pendingin YORK® berkapasitas 3.100 ton memenuhi sertifikasi Green Mark Platinum dengan efisiensi di bawah 0,58 kW/TR dan menekan konsumsi energi hingga 30%.
Sementara itu, Luminary Tower menggunakan tiga unit chiller YORK 300 TR yang terhubung dengan Energy Management System (EMS) untuk efisiensi pendinginan di tiga properti perhotelan.
Baca Juga:
Benarkah Baja Ringan Hanya Tahan 10 Tahun? Ini Kata Arsitek dan Akademisi
Selain itu, Air Handling Unit (AHU) dan Fan Coil Unit (FCU) khusus dipasang untuk zona komersial, ritel, residensial, dan perhotelan, serta dipadukan dengan analisis canggih berbasis Metasys Building Management System.
Melalui sistem ini, pengelola dapat memantau kondisi perangkat secara real-time untuk mendeteksi dan mengatasi masalah sebelum terjadi gangguan.

Teknologi Gedung Cerdas untuk Kota Berkelanjutan
Wibawa Jati Kusuma, General Manager Malaysia & Indonesia Johnson Controls, mengatakan bahwa kemitraan ini menunjukkan bagaimana teknologi gedung cerdas dapat mendukung pembangunan kota berkelanjutan.
“Dengan layanan dan dukungan yang berkelanjutan, kami berkomitmen untuk membantu Thamrin Nine mempertahankan kinerja yang optimal dan menetapkan langkah untuk pembangunan perkotaan berkelanjutan di Indonesia.”
Baca Juga:
46 Tahun, Vinilon Group Hadirkan Akses Air Bersih di Desa Fafinesu, NTT
Kemitraan ini juga memperkuat portofolio Johnson Controls di kawasan Asia Tenggara, termasuk pengembangan di sektor bandara, perbankan, rumah sakit, hingga proyek penghematan energi di Singapura.
Pendekatan dan teknologi yang digunakan pada proyek Thamrin Nine disebut selaras dengan visi Indonesia mencapai Nol Emisi Bersih pada 2060.




