Konstruksi Media – PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) memastikan akan melepas dua ruas jalan tol pada akhir tahun ini sebagai bagian dari strategi restrukturisasi dan penguatan arus kas perusahaan. Direktur Utama Waskita Karya, Muhammad Hanugroho, menyampaikan dua ruas yang akan didivestasikan yakni PT Cibitung-Cilincing Tollways (CCT) dan PT Hutama Marga Waskita (HMW).
“Divestasi tahun ini ada dua, CCT dan HMW,” ujarnya.
Hanugroho menjelaskan, proses divestasi akan berlanjut pada tahun depan. Salah satu yang akan dilepas adalah ruas Tol Pemalang–Batang, yang direncanakan diambil alih oleh Indonesia Investment Authority (INA). Saat ini proses repackaging skema pendanaan tengah berjalan.
“Ini lanjutannya. Ini sedang kita repackage untuk debt-nya,” kata Hanugroho.
Selain Pemalang–Batang, ruas Pasuruan–Probolinggo dan empat ruas minoritas lainnya, termasuk Depok–Antasari, juga menjadi target divestasi pada 2026.
Baca juga: Waskita Karya Panen Kontrak Baru Rp 5,6 T, Ada 2 Proyek IKN
Hanugroho menegaskan divestasi tol menjadi strategi utama perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangan dan memperbaiki struktur permodalan.
“Diharapkan bisa berkontribusi terhadap arus kas. Makanya kita sangat konsen menjaga valuasi aset-aset tol kita,” tegasnya.
Selain divestasi, Waskita juga terus menyelesaikan sejumlah proyek konstruksi guna memperkuat konektivitas nasional. Di antaranya ruas Bogor–Ciawi–Sukabumi (Bocimi) yang diperpanjang hingga Sukabumi Barat sepanjang 11 kilometer, serta proyek Kayu Agung–Palembang–Betung yang kini dilanjutkan oleh Hutama Karya.
Perusahaan juga mempercepat penyelesaian ruas Trans Jawa lainnya, termasuk segmen Solo–Yogyakarta dan Bawen–Ungaran, yang ditargetkan mulai beroperasi pada akhir Desember 2025.
“Koneksi Trans Jawa sampai Yogyakarta sudah bisa ke Prambanan, kontribusi traffic-nya cukup besar,” tutup Hanugroho. (***)




