InfrastrukturInvestasiNews

Jateng Jadi Magnet Investasi Asia: Malaysia dan Fujian Siap Investasikan Rp 62,3 T 

Pemrov Jateng berhasil menarik minat investasi di wilayahnya, investor asal Malaysia dan Fujian bakal menanamkan investasi cukup besar..

Konstruksi Media – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemrov Jateng) berhasil menarik minat investasi di wilayahnya, pasalnya investor asal Malaysia dan Fujian akan menanamkan investasi sebesar Rp 62,3 Triliun (T).

Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St, M.K., mengungkapkan bahwa investor dari Malaysia dan Provinsi Fujian, Cina, siap menanamkan investasi dengan total nilai mencapai Rp62,3 triliun di berbagai sektor strategis di wilayahnya.

“Totalnya ada Rp62,3 triliun. Dari Malaysia sekitar Rp6,9 triliun, dan dari Fujian, Cina mencapai Rp55,4 triliun,” kata Ahmad Luthfi di penghujung 2025.

Dia mengatakan masuknya investasi asing kembali menegaskan posisi Jawa Tengah sebagai salah satu magnet utama penanaman modal nasional

Ia menjelaskan, para investor tersebut telah menandatangani Letter of Intent (LoI) sebagai bentuk komitmen awal. Hubungan kerja sama antara Jawa Tengah dan Provinsi Fujian sendiri bukanlah hal baru, mengingat kedua daerah telah menjalin kemitraan sebagai sister province selama lebih dari 20 tahun.

Dalam kerja sama ini, Fujian berencana menanamkan modal besar di sektor infrastruktur dan industri bernilai tambah.

Adapun sektor yang menjadi sasaran investasi meliputi pembangunan jalan, pendirian pabrik beton dan material konstruksi, industri komponen otomotif, pembangunan perumahan, industri barang pecah belah, hingga pengembangan energi terbarukan seperti panel surya.

Menurut Ahmad Luthfi, ragam sektor tersebut selaras dengan kebutuhan pembangunan dan industrialisasi Jawa Tengah ke depan.

Gubernur Jateng
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi kala berbincang dengan seorang buruh pekerja industri. Dok. IstJateng Jadi Magnet Investasi Asia: Malaysia dan Fujian Siap Investasikan Rp 62,3 T 

“Mereka tertarik ke Jawa Tengah karena tenaga kerja kita kompetitif, daerah kita padat modal dan padat karya, serta iklim investasinya nyaman. Perizinan investasi juga kita permudah,” kata Luthfi lagi.

Tidak hanya investasi fisik, kerja sama juga merambah sektor pengembangan sumber daya manusia. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah menyepakati program beasiswa dan magang siswa SMK bidang Teknologi Informasi dengan perusahaan Ruijie Network asal Cina. Program yang diprakarsai Dinas Pendidikan Provinsi Jateng ini diarahkan untuk menyiapkan tenaga kerja vokasi yang sesuai dengan kebutuhan industri.

“Kita siapkan sekolah vokasi untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja terampil. Apa yang dibutuhkan industri, itu yang kita latih,” ujarnya.

Dari sisi konektivitas, Ahmad Luthfi menyebut adanya komitmen Pemerintah Provinsi Fujian untuk membuka penerbangan langsung rute Fujian–Semarang. Namun, realisasinya masih terkendala panjang landasan pacu Bandara Internasional Ahmad Yani. Pemprov Jateng telah berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan Angkasa Pura agar perpanjangan runway dapat segera terealisasi. Sementara itu, Pelabuhan Tanjung Emas sudah melayani jalur laut langsung ke Fujian setiap dua pekan, meski revitalisasi pelabuhan tetap dibutuhkan.

Ia optimistis seluruh kerja sama investasi, perdagangan, dan pendidikan ini—termasuk dukungan Asian Trade, Tourism and Economic Council (ATTEC) bersama Kadin dan Hipmi—akan memperkuat posisi Jawa Tengah sebagai pusat pertumbuhan investasi baru. Optimisme tersebut sejalan dengan data DPMPTSP Jawa Tengah yang mencatat realisasi investasi Januari–September 2025 mencapai Rp66,13 triliun atau 84,42 persen dari target, dengan serapan tenaga kerja 326.462 orang, tertinggi kedua di Pulau Jawa.

Baca Juga :

Refleksi Infrastruktur Jateng 2025, Gubernur Jateng: 94,01% Jalan Provinsi Mantap

Artikel Terkait

Back to top button
Chat WhatsApp

HUBUNGI KAMI

👑 Berlangganan Artikel Premium 📰 Iklan Display Produk (Majalah dan Website) 📣 Liputan Khusus
Banner Kiri
Banner Kanan