
Konstruksi Media – Warga Jawa Tengah patut menyambut kabar gembira. Proyek Jalan Tol Yogyakarta–Bawen senilai Rp14,26 triliun terus dikebut dan ditargetkan mulai menghubungkan Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) secara fungsional pada 2026.
Mengutip data simpulkpbu.pu.go.id, proyek jalan tol ini akan melintasi wilayah Jawa Tengah sepanjang 66,32 kilometer dan DIY sepanjang 8,80 kilometer, dengan total panjang keseluruhan 75,12 kilometer. Ruas tol tersebut terbagi ke dalam enam seksi pembangunan.
Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Wilan Oktavian, menyampaikan bahwa dua seksi prioritas—yakni Seksi 1 dan Seksi 6—ditargetkan selesai pada akhir 2025.
“Target kami adalah Seksi 1 dan 6 selesai di Desember 2025, dan diupayakan dapat difungsionalkan pada masa libur Natal dan Tahun Baru,” ujar Wilan, Rabu (26/11/2025).
Baca juga: Menteri PU Tinjau Progres Tol Yogyakarta-Bawen, Dorong Pembangunan Berkelanjutan
Seksi 1 ruas Sleman–Banyurejo memiliki panjang 8,8 km dengan progres konstruksi mencapai 80 persen per Juli 2025. Sementara Seksi 6 ruas Ambarawa–Bawen sepanjang 5,2 km telah mencapai progres 75,7 persen pada periode yang sama. Kedua seksi tersebut direncanakan dibuka secara fungsional pada awal kuartal II/2026.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan bahwa tol penghubung kedua provinsi ini memiliki peran strategis bagi mobilitas masyarakat, pengembangan ekonomi, hingga penguatan sektor wisata.
“Jalan tol ini sangat krusial. Manfaatnya besar bagi distribusi barang maupun orang. Diharapkan dapat menumbuhkan pusat-pusat ekonomi baru dan memperkuat pariwisata di wilayah kita,” ujar Luthfi.
Proyek Jalan Tol Yogyakarta–Bawen diharapkan menjadi salah satu infrastruktur kunci dalam mengoptimalkan konektivitas kawasan dan mendukung pertumbuhan pembangunan di Jateng dan DIY dalam beberapa tahun ke depan. (***)




