EventNews

Jakarta Communiqué: Insinyur 39 Negara Sepakati Agenda Baru Infrastruktur Berkelanjutan

kolaborasi internasional menjadi prasyarat penting dalam pengembangan inovasi, digitalisasi, dan pembangunan infrastruktur berkelanjutan

Konstruksi Media — World Engineering Day for Sustainable Development 2026 (WED 2026) resmi ditutup. Forum global yang dihadiri sekitar 600 delegasi Insinyur dari 39 negara ini menghasilkan Jakarta Communiqué atau Pernyataan Jakarta yang menekankan pentingnya inovasi rekayasa dan pembangunan infrastruktur cerdas untuk mendukung pembangunan berkelanjutan di dunia.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh anggota Dewan Eksekutif World Federation of Engineering Organizations (WFEO), Heru Dewanto, di hadapan delegasi internasional yang terdiri dari pemerintah, organisasi profesi insinyur, akademisi, pemimpin industri, serta mitra pembangunan.

Menurut Heru, infrastruktur menjadi salah satu sektor strategis dalam menjawab berbagai tantangan global seperti pertumbuhan ekonomi, urbanisasi, perubahan iklim, hingga ketahanan bencana.

“Pernyataan Jakarta mencerminkan tekad bersama komunitas insinyur dunia untuk memanfaatkan smart engineering melalui inovasi, digitalisasi, dan nilai kemanusiaan guna membangun masa depan yang berkelanjutan yang berpusat pada kehidupan serta kesejahteraan generasi saat ini dan generasi mendatang,” ujar Heru, Kamis (5/3).

Ia menegaskan bahwa pengembangan infrastruktur di masa depan tidak hanya mengandalkan pembangunan fisik, tetapi juga integrasi teknologi digital, kecerdasan buatan, serta tata kelola yang beretika agar mampu meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan.

Dalam Jakarta Communiqué, salah satu poin penting yang disoroti adalah pentingnya kerja sama global dalam pengembangan teknologi dan infrastruktur. Heru menyebut kemajuan ilmu pengetahuan, rekayasa, dan teknologi merupakan upaya kolektif yang tidak bisa dilakukan secara terpisah.

“Kami meyakini bahwa science, engineering, dan technology adalah upaya global bersama. Karena itu kolaborasi internasional menjadi prasyarat penting dalam pengembangan inovasi, digitalisasi, dan pembangunan infrastruktur berkelanjutan,” kata Heru.

Ia menambahkan, penyelenggaraan WED 2026 di Jakarta mencerminkan komitmen bersama komunitas insinyur dunia untuk memperkuat konsep smart engineering yang menggabungkan inovasi teknologi, digitalisasi, serta nilai kemanusiaan dalam pembangunan.

“Komunitas Jakarta merefleksikan determinasi dan komitmen bersama untuk memperkuat smart engineering melalui inovasi, digitalisasi, dan kemanusiaan. Nilai kemanusiaan ini penting dalam membangun masa depan yang berkelanjutan serta memberikan manfaat bagi generasi saat ini dan generasi mendatang,” ujarnya.

Lima Komitmen untuk Infrastruktur dan Pembangunan Berkelanjutan

Pernyataan Jakarta memuat lima komitmen utama komunitas insinyur dunia, yaitu:

1. Mendorong implementasi inovasi rekayasa agar berbagai solusi teknologi dapat diterapkan secara luas dalam pembangunan, termasuk infrastruktur nasional dan global.

2. Mengintegrasikan etika dalam smart engineering, terutama dalam pemanfaatan teknologi digital seperti AI, sistem data, dan infrastruktur pintar.

3. Mempercepat digitalisasi untuk pengurangan risiko, termasuk dalam manajemen infrastruktur, ketahanan bencana, dan pertumbuhan ekonomi inklusif.

4. Memperkuat kapasitas dan kepemimpinan insinyur, melalui pendidikan, penelitian, dan pengembangan profesional.

5. Memperkuat kerja sama global dan kemitraan, untuk mempercepat inovasi serta pembangunan infrastruktur berkelanjutan di berbagai negara.

Heru juga menegaskan bahwa penyelenggaraan WED 2026 di Jakarta menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk tampil lebih aktif dalam komunitas insinyur dunia.

Perayaan World Engineering Day for Sustainable Development yang diproklamasikan oleh UNESCO ini untuk pertama kalinya diselenggarakan di Asia dan Indonesia menjadi tuan rumah.

“Dengan penyelenggaraan ini, Indonesia masuk ke panggung global dan dapat berkomunikasi serta berkolaborasi secara lebih intens dengan para insinyur dunia dalam pengembangan teknologi dan infrastruktur,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Heru juga mengungkapkan adanya peluang program internasional bagi insinyur muda Indonesia melalui kerja sama dengan berbagai negara.

Salah satunya adalah program yang akan ditawarkan oleh China melalui WFEO berupa program satu minggu bagi insinyur muda di bawah usia 35 tahun untuk mengikuti kegiatan di berbagai perusahaan dan industri.

“Program ini memberi kesempatan bagi insinyur muda Indonesia untuk belajar langsung dari industri global dan memperkuat kapasitas mereka dalam pembangunan teknologi dan infrastruktur masa depan,” ujarnya.

WED 2026 yang diselenggarakan oleh Persatuan Insinyur Indonesia (PII) mengusung tema “Smart Engineering for a Sustainable Future Through Innovation and Digitalization.” Tema ini menegaskan peran strategis rekayasa dalam mendukung pembangunan industri, inovasi, dan infrastruktur berkelanjutan di tingkat global.

Baca juga :

Bukti Insinyur Indonesia Berjaya di CAFEO 43 Filipina

Artikel Terkait

Back to top button
Chat WhatsApp

HUBUNGI KAMI

👑 Berlangganan Artikel Premium 📰 Iklan Display Produk (Majalah dan Website) 📣 Liputan Khusus
Banner Kiri
Banner Kanan