
Jababeka Bangun Pabrik Mini LNG Pertama di Jawa, Nilai Investasi Rp284 Miliar
PT Jababeka Tbk (KIJA) resmi memperkuat lini bisnis infrastruktur energinya.
Konstruksi Media — PT Jababeka Tbk (KIJA) resmi memperkuat lini bisnis infrastruktur energinya. Melalui entitas anak, PT Likuid Nusantara Gas (PT LNG), Jababeka mengoperasikan pabrik mini LNG pertama milik swasta di Pulau Jawa dengan nilai investasi mencapai US$16,9 juta atau sekitar Rp284 miliar.
Berlokasi di Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER), Jawa Timur, pabrik ini diresmikan langsung oleh Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, Rabu (11/2). Fasilitas ini menjadi tonggak sejarah baru dalam penyediaan energi bersih yang lebih modular dan efisien untuk sektor industri.
Solusi Pangkas Subsidi LPG
Wamen ESDM Yuliot Tanjung memberikan apresiasi tinggi atas keberanian Jababeka masuk ke infrastruktur LNG. Mengingat subsidi LPG nasional diproyeksi menyentuh Rp87 triliun pada 2025, kehadiran pabrik mini LNG ini menjadi solusi strategis untuk menekan ketergantungan impor.
“Fasilitas ini diharapkan mendorong substitusi konsumsi LPG ke LNG. Selain efisiensi anggaran negara, masyarakat dan industri akan mendapatkan energi dengan harga yang lebih terjangkau,” tegas Yuliot.

Kolaborasi Teknologi Internasional
Proyek ini merupakan hasil patungan (joint venture) di mana Jababeka Infrastruktur memegang 60% saham. Menggunakan teknologi modular dari Galileo Technologies (Argentina), pabrik ini mampu memproduksi 2,5 MMSCFD per hari, dengan rencana ekspansi hingga 4 MMSCFD pada tahun 2027.
Baca Juga:
Hijaukan Pesisir Indramayu, Adhi Karya Tanam 6.600 Bibit Mangrove
Duta Besar Argentina untuk Indonesia, Gustavo Ricardo Coppa, menyebut proyek ini bukan sekadar pembangunan fasilitas, melainkan langkah nyata memperkuat ketahanan energi melalui infrastruktur modern.
Bagi Jababeka, operasional pabrik ini bukan hanya soal transisi energi, tapi juga penguatan fundamental keuangan. Wakil Direktur Utama PT Jababeka Tbk, Budianto Liman, menyebut fasilitas ini akan memberikan kontribusi positif pada recurring income perusahaan.
“Kami yakin fasilitas ini memberikan energi yang lebih rendah emisi dan kompetitif bagi pelaku industri di Jawa Timur dan sekitarnya,” ujar Budianto.
Saat ini, PT LNG bahkan sudah melayani distribusi hingga ke wilayah Bali dengan dukungan armada iso tank yang andal.




