HeadlineINFONews

ITS Raih Juara Umum GEC 2025, Geostab65 Menjadi Puncak Kompetisi

Dengan capaian ini, GEC 2025 kembali mempertegas posisinya sebagai ajang strategis dalam pengembangan kompetensi mahasiswa di bidang geoteknik

Konstruksi Media — Gelaran Geotechnical Engineering Competition (GEC) 2025 resmi berakhir, menempatkan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) sebagai juara umum. Ajang yang menjadi bagian dari Civil Expo ITS 2025 ini mengumumkan lima pemenang terbaik pada Gala Dinner di Harris Hotel, Gubeng, Surabaya.

ITS tampil dominan melalui Tim Geostab65, yang meraih juara 1, serta Tim GeoSapiens65, yang menempati juara 3. Sementara itu, posisi kedua diraih Tim Gamasiasi dari Universitas Gadjah Mada, juara harapan 1 diraih Tim Kuya Asoy Geboy (ITB), dan juara harapan 2 Tim Gamapogung (UGM).

Direktur PT Teknindo Geosistem Unggul, Azmi Lisani Wahyu, memberikan apresiasi kepada seluruh peserta, khususnya tim ITS. Menurutnya, kemenangan ini menjadi sinyal kuat bahwa kualitas pembelajaran geoteknik di perguruan tinggi semakin berkembang.

ITS Juara 1 GEC 2025
ITS Juara 1 GEC 2025

“Semoga ini menjadi awalan bagi tim mahasiswa ITS untuk meraih kesuksesan yang lebih besar ke depannya. Tetap semangat dan terus berkarya sebagai geotechnical engineer di masa depan,” ujar Azmi. Ia menegaskan komitmen perusahaannya dalam mendukung pengembangan keilmuan geoteknik di kampus-kampus seluruh Indonesia, termasuk melalui pengalaman lapangan yang nyata.

Baca juga: Civil Expo ITS Gelar GEC 2025: Sebelas Tim Adu Rekayasa Lereng Berbasis Geotekstil

Dari sisi peserta, Azzah Abiyyu Sa’idah, perwakilan Tim Geostab65, mengaku bangga sekaligus terharu atas kemenangan timnya. Ia menceritakan proses persiapan menuju final yang menuntut kerja keras, karena seluruh anggota tim tengah menjalani tugas akhir semester tujuh.

ITS Juara 1 GEC 2025
ITS Juara 1 GEC 2025

“Kami melakukan beberapa trial sebelumnya, sehingga saat final kami sudah memahami cara pembebanan dan merakit prototype dengan tepat. Alhamdulillah usaha dan perjuangan kami tidak sia-sia,” ujar Azzah. Ia menambahkan bahwa faktor waktu menjadi tantangan terbesar, dengan pembagian fokus antara tugas akhir dan persiapan kompetisi menuntut kedisiplinan tinggi.

Azzah berharap pengalaman ini menjadi pijakan untuk berpartisipasi dalam lebih banyak ajang ke depan dan mengaplikasikan ilmu geoteknik secara bermanfaat bagi masyarakat. Ia juga memberi pesan kepada mahasiswa tingkat bawah untuk terus mendalami bidang geoteknik yang masih membutuhkan minat dan eksplorasi lebih luas.

Dengan capaian ini, GEC 2025 kembali mempertegas posisinya sebagai ajang strategis dalam pengembangan kompetensi mahasiswa di bidang geoteknik sekaligus menjadi wadah kolaborasi akademik dan industri untuk mencetak calon insinyur masa depan. (***)

Artikel Terkait

Back to top button
Chat WhatsApp

HUBUNGI KAMI

👑 Berlangganan Artikel Premium 📰 Iklan Display Produk (Majalah dan Website) 📣 Liputan Khusus
Banner Kiri
Banner Kanan