ITS Perkuat Riset Energi Terbarukan Lewat Teknologi STRC
Konstruksi Media – Inovasi teknologi kembali lahir dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) melalui pengembangan model Solar Tracker–Rainfall Collector (STRC) untuk memaksimalkan penangkapan energi matahari.
Riset ini digagas oleh Dr. Akhmad Musafa ST MT dengan mengintegrasikan STRC ke dalam sistem Photovoltaic–Pumped Hydro Storage–Rainfall Storage (PV-PHS-RS) sebagai solusi penyimpanan energi yang lebih berkelanjutan.
Musafa menjelaskan bahwa pendekatan tersebut dirancang untuk mengatasi keterbatasan baterai konvensional yang memiliki umur pakai terbatas dan berpotensi menjadi limbah. Dalam sistem yang ia kembangkan, fungsi baterai digantikan oleh pumped hydro storage (PHS) sebagai media penyimpanan energi.
“Secara garis besar, PHS bekerja pada dua mode pengoperasian yaitu mode pumping dan generating, yang dianalogikan seperti charging dan discharging pada baterai,” katanya, (20/02/2026).
Pada siang hari, panel photovoltaic (PV) menangkap energi matahari dan mengonversinya menjadi listrik. Energi ini kemudian digunakan untuk memompa air dari reservoir bawah ke reservoir atas sebagai bentuk penyimpanan energi.
Sebaliknya, saat tidak ada suplai cahaya matahari, air dari reservoir atas dialirkan kembali ke bawah untuk memutar turbin yang terhubung dengan generator sehingga tetap menghasilkan listrik.
Untuk mengatasi penurunan produksi energi saat musim hujan, Musafa menambahkan model STRC dalam sistemnya. Solar tracker berfungsi mengoptimalkan penyerapan sinar matahari, sementara rainfall collector mengumpulkan air hujan untuk mengisi reservoir atas.

Dengan demikian, air hujan yang tertampung tetap dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi tambahan untuk memutar turbin.
Kolaborasi Riset Dengan Perguruan Tinggi
Penelitian disertasi ini dibimbing oleh Prof. Dr. Ir. Mauridhi Hery Purnomo MEng sebagai promotor, serta Dr. Eng. Ardyono Priyadi ST MEng dan Vita Lystianingrum BP ST MSc PhD sebagai co-promotor. Ketertarikan Musafa pada teknologi photovoltaic telah berkembang sejak 2016, termasuk melalui kolaborasi riset dengan Universitas Budi Luhur, tempat ia mengabdi sebagai dosen.
Melalui inovasi ini, Musafa berharap sistem PV-PHS-RS dapat diimplementasikan di masyarakat, terutama di daerah yang masih terbatas akses listriknya. Energi yang dihasilkan diharapkan mampu mendukung kebutuhan irigasi pertanian, layanan posyandu, hingga klinik di wilayah terpencil.
Riset ini sekaligus menegaskan komitmen ITS dalam mendorong pengembangan energi bersih yang sejalan dengan target Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin energi bersih dan inovasi infrastruktur.
Baca Juga :
ITS dan Innovate UK Uji Coba Proyek Solar2Wave di Gili Ketapang




