ITS dan Innovate UK Uji Coba Proyek Solar2Wave di Gili Ketapang
ITS dan Innovate UK resmi menetapkan Desa Gili Ketapang sebagai daerah percontohan proyek Solar2Wave.
Konstruksi Media – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) bersama Innovate UK (Inggris) resmi menetapkan Desa Gili Ketapang, Probolinggo, sebagai daerah percontohan proyek Solar2Wave. Inovasi ini merupakan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) apung nearshore pertama di Indonesia yang dirancang untuk menjawab tantangan energi di wilayah pesisir.
Kunjungan lapangan yang dilakukan pada Jumat (13/2) ini bertujuan memastikan kesiapan teknis fasilitas berkapasitas 27,2 kilowatt tersebut sebelum diserahterimakan kepada masyarakat pada bulan depan.
Baca Juga:
ITPLN Gandeng ITB Perkuat SDM Energi
Solusi Energi Laut dan Dekarbonisasi
Proyek Solar2Wave mengintegrasikan teknologi panel surya dengan struktur apung yang mampu bertahan di lingkungan laut. Langkah ini diambil untuk mengurangi ketergantungan masyarakat pesisir terhadap bahan bakar diesel, sekaligus memperkuat ketahanan energi lokal melalui sumber daya terbarukan.
Ketua Tim Peneliti Solar2Wave Indonesia, Prof. Dr. I Ketut Aria Pria Utama, MSc, menjelaskan bahwa keberhasilan proyek ini didukung oleh pembagian tugas yang solid antar-mitra internasional dan lokal, termasuk Cranfield University, Orela Shipyard, dan Gerbang Multindo Nusantara.
“Fasilitas ini tidak hanya memenuhi kebutuhan listrik, tetapi juga didesain untuk meningkatkan perekonomian masyarakat melalui pembentukan BUMDes. Dalam sebulan ke depan, inovasi ini sudah bisa digunakan sepenuhnya oleh warga,” ujar Prof. I Ketut Aria.
Baca Juga:
Peneliti ITS Sebut Tanah Bergerak di Tegal dan Semarang Berpotensi Longsor

Infrastruktur Pendukung Ekonomi Nelayan
Kepala Desa Gili Ketapang, Monir, menyambut baik proyek ini karena berdampak langsung pada operasional nelayan setempat. Salah satu manfaat utama yang disasar adalah penggunaan energi listrik untuk proses pembuatan es sebagai pengawet ikan hasil tangkapan.
Di sisi lain, Innovation Lead Energy Innovate UK, Jillian Henderson, menyoroti tantangan komunikasi teknologi. “Peluang pengembangan teknologi ini sangat besar, terutama untuk mobilitas nelayan dan isu pemanasan global. Tantangannya adalah memastikan masyarakat sekitar mampu memaksimalkan manfaat teknologi ini secara berkelanjutan,” ungkapnya.




