NewsTeknologi

ITPLN ‘Sulap’ Pengelolaan Air Bersih Warga Pamulang Jadi Digital, Seperti apa Inovasinya?

ITPLN melalui program PKM mendigitalisasi pencatatan meter air KSM Banyu Bening Ecofresh di Pamulang, Tangerang Selatan.

Konstruksi Media – Institut Teknologi PLN (ITPLN) meluncurkan program digitalisasi pencatatan meter air bagi Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Banyu Bening Ecofresh di Perumahan Taman Kedaung, Pamulang, Tangerang Selatan.

Program ini bertujuan menggantikan metode konvensional yang rentan terhadap kesalahan dan kebocoran data.

Tim ITPLN yang dipimpin Yozika Arvio, ST, MT, bersama tim lainnya, memperkenalkan sistem digital ini melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang digelar pada Sabtu, 13 Desember 2025.

Yozika Arvio menjelaskan bahwa sistem baru ini akan menggantikan metode manual yang selama ini hanya mengandalkan foto meteran air kiriman pelanggan.

“Ke depan pencatatan dilakukan secara digital, sehingga data pemakaian air lebih akurat, sistematis, dan risiko kesalahan bisa ditekan,” ujar Yozika dalam keterangan resminya, Minggu (15/12).

Baca Juga:

Mulai dari Rp599 Ribu, HK Realtindo Tebar Promo Nataru di 6 Hotel

Ia optimistis digitalisasi ini akan berdampak langsung pada kinerja KSM, khususnya dalam pencatatan konsumsi air dan pengelolaan administrasi.

Transparansi dan Profesionalisme Meningkat

ITPLN ubah sistem pengelolaan air warga Pamulang.
ITPLN ubah sistem pengelolaan air warga Pamulang. Dok.ITPLN

Para pengurus wilayah dan KSM menyambut baik inisiatif ini. Ketua RW 007 Perumahan Taman Kedaung, Ferdiansyah, menyebut digitalisasi adalah penguatan penting agar pengelolaan air bersih komunal yang dirintis warga sejak lama ini menjadi semakin profesional.

Ketua RT 005, Agus Andiyas Prastiyo, menambahkan bahwa pencatatan digital akan meningkatkan transparansi dan mempermudah administrasi KSM. Hal ini karena kesalahan pencatatan yang kerap terjadi saat masih manual dapat diminimalisir.

Ketua KSM Banyu Bening Ecofresh, Eka Prihartato, juga optimistis digitalisasi akan meningkatkan efisiensi operasional dan produktivitas jual beli air bersih.

Baca Juga:

DKI Jakarta Gandeng ITPLN Percepat Pengembangan Energi Baru Terbarukan

Sementara itu, Ketua Kelompok KSM se-Tangerang Selatan, Kurniawan, menilai program ini layak direplikasi di wilayah lain. “Digitalisasi adalah langkah strategis untuk memperkuat kelembagaan KSM dan pelayanan ke masyarakat,” tegasnya.

Salah satu pelanggan KSM, Dadang, turut merasakan manfaat penghematan setelah beralih ke air perpipaan ini. “Dulu sebulan bisa habis 35 galon air isi ulang. Sekarang jauh lebih hemat,” katanya.

ITPLN berharap kolaborasi ini dapat terus berlanjut untuk mendorong pemanfaatan teknologi digital dalam pengelolaan air bersih berbasis partisipasi warga.

Artikel Terkait

Back to top button
Chat WhatsApp

HUBUNGI KAMI

👑 Berlangganan Artikel Premium 📰 Iklan Display Produk (Majalah dan Website) 📣 Liputan Khusus
Banner Kiri
Banner Kanan