Konstruksi Media – Institut Teknologi PLN (ITPLN), ITS, dan PLN Puslitbang memperkuat sosialisasi rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) melalui kegiatan Capacity Building Awareness Nuklir di Surabaya, Kamis (22/1/2026). Agenda ini bertujuan membangun pemahaman publik serta menyiapkan sumber daya manusia guna mendukung target Net Zero Emission sesuai RUPTL 2025–2034.
Wakil Rektor IV ITPLN, Dr. Ir. M. Ahsin Sidqi, menyatakan bahwa teknologi nuklir saat ini semakin adaptif dengan adanya inovasi small modular reactor yang fleksibel untuk kebutuhan industri. Ia menegaskan bahwa pengembangan PLTN adalah langkah strategis menuju kemandirian energi nasional yang kini menjadi prioritas pemerintah.
Baca Juga:
Pertegas Perlindungan Konsumen, Kementerian PKP Terbitkan Aturan Baru Pengawasan Perumahan
“Bahan bakarnya relatif sedikit volumenya dengan besarnya daya listrik yang dibangkitkan. Kalau Indonesia masuk nuklir, kita harus menjadi bagian penting negara maju dunia,” ujar Ahsin dalam keterangannya.
Indonesia Punya Modal Uranium di Kalimantan Barat

Ahsin menambahkan bahwa Indonesia memiliki modal besar berupa cadangan uranium di Kalimantan Barat dan thorium di Bangka Belitung. Selain kekayaan alam, ribuan lulusan teknik nuklir dalam negeri serta diaspora insinyur di luar negeri dinilai sangat siap secara kapabilitas jika keputusan pembangunan telah ditetapkan.
Baca Juga:
Otorita IKN Sosialisasi Smart Metering di Rusun ASN, Targetkan Terbentuknya Smart Citizen
General Manager PLN Puslitbang, Mochamad Soleh, menjelaskan bahwa sosialisasi ini akan berkeliling ke berbagai kampus untuk mempercepat penyiapan tenaga ahli. Pasalnya, satu unit PLTN diperkirakan membutuhkan sekitar 200 tenaga inti yang memiliki kompetensi khusus sebagai operator.
PLTN pertama Indonesia rencananya akan dibangun dengan kapasitas total 500 megawatt yang berlokasi di Kalimantan Barat dan Bangka Belitung. Dukungan penuh juga datang dari ITS yang siap melibatkan berbagai disiplin ilmu, mulai dari teknik mesin hingga keselamatan nuklir, untuk mendukung riset dan penyiapan SDM.




