NewsProfilSustainability

Ir. Betty Hariyani, Figur Kontraktor Daerah di Pengurus LPJK 2025–2029

Konstruksi Media — Penguatan sektor jasa konstruksi nasional membutuhkan figur yang memiliki pengalaman panjang di dunia usaha, organisasi profesi, hingga pendidikan.

Hal tersebut tercermin dari sosok salah satu Pengurus Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) periode 2025–2029 yang memiliki rekam jejak kuat dalam membangun ekosistem konstruksi dari tingkat daerah hingga nasional adalah Ir. Betty Hariyani, S.T., M.H., M.T.

Berangkat dari dunia usaha konstruksi sejak 2007, Ir. Betty mengembangkan berbagai perusahaan yang bergerak di bidang pelaksanaan konstruksi melalui Bettindo Group.

Pengalaman tersebut membuatnya memahami secara langsung dinamika industri konstruksi, mulai dari tantangan pelaku usaha, kebutuhan tenaga kerja kompeten, hingga pentingnya tata kelola keselamatan kerja di proyek.

Di sisi lain, kiprahnya di organisasi profesi juga sangat aktif. Ia pernah memimpin berbagai asosiasi konstruksi di Jawa Tengah, seperti Ketua DPD ASPEKNAS, Ketua DPD GATAKI, serta Ketua DPD ASTEKINDO.

Pengurus LPJK
Pengurus LPJK 2025-2029. Dok. Konstruksi Media

Melalui peran tersebut, ia turut mendorong penguatan kapasitas kontraktor daerah dan peningkatan kompetensi tenaga ahli konstruksi. Kemudian dirinya juga aktif di Pengurus Pusat Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Komite Pengembangan Organisasi Koordinator Wilayah Jateng (Jawa Tengah), Jatim (Jawa Timur), dan DIY (Daerah Istimewa Yogyakarta).

Selain berkecimpung di industri, ia juga aktif dalam dunia akademik sebagai dosen teknik sipil. Baginya, kolaborasi antara dunia usaha, organisasi profesi, dan perguruan tinggi merupakan kunci untuk melahirkan sumber daya manusia konstruksi yang berkualitas dan siap menghadapi tantangan pembangunan nasional.

Sebagai Pengurus LPJK 2025–2029, ia menegaskan komitmennya untuk memperkuat sistem pengembangan jasa konstruksi di Indonesia. LPJK memiliki peran strategis dalam memastikan kompetensi tenaga kerja konstruksi serta peningkatan kapasitas badan usaha.

Kolaborasi antara pemerintah, asosiasi, dan dunia pendidikan harus terus diperkuat agar sektor konstruksi nasional semakin kompetitif.

Baca Juga :

Menteri PU Kukuhkan Pengurus LPJK 2025–2029: Dorong Transformasi Konstruksi

Artikel Terkait

Back to top button
Chat WhatsApp

HUBUNGI KAMI

👑 Berlangganan Artikel Premium 📰 Iklan Display Produk (Majalah dan Website) 📣 Liputan Khusus
Banner Kiri
Banner Kanan