Investor Merapat!, IKN Lelang 2 Proyek Hunian ASN Senilai Rp 5,5 T
Hunian ASN IKN dibangun dengan konsep ramah lingkungan dan efisiensi tinggi, proyek ini memperkuat iklim investasi IKN sebagai kota masa depan Indonesia.
Konstruksi Media — Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) membuka lelang dua proyek strategis hunian Aparatur Sipil Negara (ASN). Proyek tersebut dilakukan dengan menggunakan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).
Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Otorita IKN, Sudiro Roi Santoso, mengungkapkan bahwa proses lelang yang dibuka sejak 13 November 2025 ini dilakukan secara digital melalui platform Investara, sebuah marketplace investasi yang dirancang untuk mempercepat proses pengadaan BUP secara transparan dan kompetitif.
Langkah ini mempertegas komitmen pemerintah dalam menghadirkan ekosistem pembiayaan modern dan inklusif di Nusantara.
Dua proyek besar yang ditawarkan melalui skema KPBU tersebut mencakup pembangunan 109 rumah tapak ASN di KIPP 1B dengan nilai investasi sekitar Rp2,8 triliun, serta pembangunan delapan tower rumah susun ASN di KIPP 1A senilai Rp2,7 triliun.
Masing-masing proyek dirancang dengan standar hunian modern, efisien energi, dan ramah lingkungan, selaras dengan konsep kota hutan yang menjadi fondasi pembangunan IKN. Seluruh fasilitas pendukung turut disiapkan untuk memastikan kenyamanan dan keberlanjutan bagi para calon penghuni.
Kedua proyek ini akan dilaksanakan dengan skema DBFOMT (Design, Build, Finance, Operate, Maintain, and Transfer), yang menghadirkan sinergi erat antara pemerintah dan sektor swasta. Pembangunan rumah tapak di KIPP 1B merupakan prakarsa PT Intiland Development, Tbk., yang ditetapkan sebagai Pemrakarsa melalui Surat Persetujuan Prakarsa pada 3 November 2025.
Sementara itu, pembangunan delapan tower rumah susun di KIPP 1A diinisiasi oleh PT Nindya Karya (Persero), yang juga menerima penetapan Pemrakarsa pada tanggal yang sama. Keduanya memperoleh kompensasi penambahan nilai sebesar 10 persen sebagai bentuk penghargaan atas prakarsa yang diberikan.

Skema KPBU
Selain skema konstruksi hingga pengoperasian, kedua proyek KPBU ini juga menggunakan mekanisme pengembalian investasi berupa availability payment serta mendapatkan fasilitas penjaminan pemerintah dari Kementerian Keuangan dan PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PT PII).
Mekanisme ini memberikan kepastian bagi investor bahwa kelayakan finansial proyek akan terjaga sepanjang masa kerja sama. Langkah ini juga memperlihatkan keseriusan pemerintah dalam mendorong pembangunan IKN melalui skema pembiayaan alternatif yang lebih efisien.
Sudiro Roi Santoso, kembali mengatakan bahwa pembukaan lelang ini merupakan tonggak penting dalam memperluas sumber pendanaan pembangunan di Nusantara.
“Proses lelang berlangsung mulai 13 November 2025 hingga 8 Januari 2026. Semua proyek ini kita pastikan menerapkan prinsip keberlanjutan, efisiensi, serta transparansi agar memenuhi standar kota masa depan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa Investara menjadi salah satu instrumen kunci untuk memperkuat interaksi antara pemerintah dan investor secara digital.
Dengan dibukanya lelang dua proyek hunian ASN ini, Otorita IKN menunjukkan komitmen berkelanjutan dalam mewujudkan kota masa depan yang ramah lingkungan, modern, dan berdaya saing global. Melalui kolaborasi strategis antara pemerintah dan dunia usaha, pembangunan hunian ASN tidak hanya mempercepat pemenuhan kebutuhan dasar aparat negara, tetapi juga memperkuat daya tarik investasi Nusantara sebagai pusat pertumbuhan baru Indonesia.
Baca Juga :




