Investasi Turki dan Tiongkok di Maluku, Salah Satunya Proyek Sanitasi Air Bersih
Konstruksi Media – Kepala Dinas Pemerintah Provinsi Maluku, Samuel Huwae mengatakan, Pemda tengah menjajaki peluang kerja sama dengan investor asal Turki dan Tiongkok untuk mengembangkan sektor pertanian, perkebunan, pekerjaan umum, dan kesehatan di Maluku.
Kunjungan delegasi negara Turki di Ambon diwakili Yusrail Uluputty yang juga menjadi narahubung pemerintah Turki di Indonesia. Peluang kerja sama yang akan dilakukan Maluku dengan negara Turki yakni di bidang pertanian dan perkebunan, pekerjaan umum serta kesehatan. Sedangkan dengan Tiongkok yakni di bidang perdagangan.
- Menteri Ara Kaji Ulang Syarat Rumah Subsidi bagi Warga Berpenghasilan di Atas Rp7 Juta
- Meneropong Dinamika Resiprositas Ekonomi GlobalLesson Learned Tarif Resiprokal dan Dampaknya terhadap Mitra Dagang Dunia
- Per 3 April 2025, Hutama Karya Catatkan 122,24% Kenaikan Volume Kendaraan Lintasi JTTS
“Menindaklanjuti hasil pertemuan secara daring itu, maka Gubernur Bartin (satu dari 18 provinsi yang ada di Turki) beserta sejumlah menteri, telah menyatakan kesiapannya berkunjung ke Maluku pada Agustus 2021,” ujar Semuel dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin (26/7/2021).
Samuel mengaku bahwa komunikasi kerja sama tersebut sebelumnya sudah dilakukan Gubernur Maluku Murad Ismail dnengan Pejabat Turki. Ia menyebut, selain melakukan pembicaraan jarak jauh, Murad telah menerima dua orang perwakilan delegasi Turki dan Tiongkok yang berkunjung ke Maluku.
“Komunikasi rencana kerja sama sudah dilakukan antara Gubernur Maluku Murad Ismail melalui telekonferensi dengan pemerintah Turki,” katanya.
Meski begitu, Semuel belum bisa merinci lebih lanjut nilai investasi yang akan ditanamkan pemodal asa Turki dan Tiongkok tersebut karena masih dalam penjajakan. Ia hanya menjelaskan, penjajakan kerja sama dengan Turki dan Tiongkok ini merupakan komitmen Gubernur Murad Ismail untuk membangun Maluku di berbagai bidang.
“Peluang kerja sama saling menguntungkan ini perlu didukung semua pihak,” imbuhnya.
Khusus dengan Turki, kata Samiel, kerja sama diprioritaskan dalam pengembangan teknologi terapan di bidang pertanian, perkebunan dan kehutanan. “Terobosan yang digagas Pemprov Maluku dan Turki merupakan salah satu langkah terbaik yang perlu didukung semua pihak,” ungkapnya.
Sedangkan di bidang infrastruktur, Turki bersedia membantu penyediaan sarana air bersih dan perbaikan rumah-rumah warga yang rusak terdampak bencana alam.
“Pembangunan sanitasi air bersih dari Pemerintah Turki, serta membangun rumah warga di Maluku yang rusak akibat bencana gempa bumi beberapa waktu lalu. Bantuan donasi dari pemerintah Turki terkait pekerjaan umum seperti bangun beberapa rumah di Desa Liang, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah,” ujarnya.
Sedangkan dengan Tiongkok akan bergerak di sektor perdagangan untuk membuka akses langsung ekspor dari Maluku ke Tiongkok terutama komoditi perikanan dan rempah-rempah.
“Sudah dijajaki peluang kerja sama ekspor-impor antara Maluku dan Tiongkok yang akan terus ditingkatkan di waktu mendatang,” pungkasnya.***