
Konstruksi Media – INPEX Corporation melalui anak usahanya, INPEX Masela Ltd., bersama para mitra Joint Venture yakni PT Pertamina Hulu Energi Masela (PHE Masela) dan PETRONAS Masela Sdn. Bhd., resmi memulai tahap Front-End Engineering and Design (FEED) untuk Proyek LNG Abadi, Blok Masela.
Peresmian berlangsung di Hotel Mulia Jakarta dan dihadiri oleh Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, serta Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto.
Tahap FEED ini menjadi tonggak strategis dalam perjalanan Proyek LNG Abadi. Empat paket utama yang dikerjakan meliputi Subsea Umbilicals, Risers and Flowlines (SURF), Gas Export Pipeline (GEP), Floating Production Storage and Offloading (FPSO), dan Onshore Liquefied Natural Gas (OLNG) Plant. Melalui tahapan ini, INPEX bersama mitra berkomitmen mengoptimalkan desain, mengurangi risiko teknis, serta meningkatkan kepastian biaya dan jadwal proyek.
Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, menegaskan bahwa proyek ini merupakan salah satu pilar penting dalam mewujudkan swasembada energi nasional.
“Proyek ini bukan hanya proyek migas biasa, tetapi motor penggerak pembangunan nasional dan daerah. Pemerintah berharap pelaksanaannya berjalan sesuai jadwal dan memberikan manfaat maksimal bagi bangsa,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, yang menyoroti potensi cadangan gas Blok Masela sebesar 18,54 TCF. Dengan kapasitas produksi mencapai 9,5 MTPA LNG, 150 MMSCFD gas pipa, dan 35.000 BOPD kondensat, proyek ini diyakini akan memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus memberi multiplier effect yang luas bagi perekonomian.
Presiden dan CEO INPEX Corporation, Takayuki Ueda, mengungkapkan bahwa Proyek Abadi LNG akan menjadi proyek pertama di Indonesia yang sejak awal menerapkan teknologi Carbon Capture and Storage (CCS).
“Proyek ini akan memberikan kontribusi besar bagi ketahanan energi sekaligus mendukung upaya dekarbonisasi Indonesia. Kami berkomitmen memastikan keberhasilan tahap FEED hingga Final Investment Decision (FID),” katanya.
INPEX juga menyiapkan program pelatihan vokasi untuk masyarakat lokal, bekerja sama dengan pemerintah daerah di Maluku dan Kepulauan Tanimbar. Beberapa pekerjaan persiapan lokasi akan segera dimulai usai mendapatkan persetujuan pelepasan kawasan hutan dan AMDAL. Upaya ini menjadi bagian dari strategi INPEX Vision 2035 yang menekankan ekspansi LNG sekaligus pengurangan emisi karbon.
Proyek LNG Abadi diharapkan menghasilkan volume produksi sekitar 9,5 juta ton LNG per tahun, setara lebih dari 10 persen impor LNG tahunan Jepang.
Dengan cadangan melimpah dan penerapan CCS, proyek ini diyakini dapat menyediakan pasokan energi bersih yang stabil bagi Indonesia, Jepang, dan negara Asia lainnya, serta memperkuat peran Indonesia dalam rantai pasok energi global.