INKINDO Lakukan Audiensi dengan Menteri Bappenas, Bahas Penguatan Regulasi Konsultan Nasional
Konstruksi Media — Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (INKINDO) melakukan audiensi dengan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas Prof. Rachmat Pambudy.
Audiensi tersebut dipimpin langsung oleh Sekretaris Jenderal INKINDO, Imam Hartawan, bersama jajaran pengurus DPN INKINDO yang menyampaikan sejumlah persoalan strategis terkait penguatan regulasi, daya saing, serta keberlanjutan profesi konsultan di Tanah Air.
Dalam kesempatan tersebut, Imam Hartawan menyampaikan bahwa sektor konsultan memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung pembangunan nasional. Ia menyebut bahwa pengalaman berbagai negara menunjukkan kemajuan pembangunan tidak terlepas dari keberadaan konsultan yang kuat dan profesional.

“Tidak ada negara yang maju tanpa konsultan yang maju. Konsultan berperan menjaga kualitas pembangunan serta memberikan masukan strategis dalam proses perencanaan hingga pelaksanaan proyek,” ungkap Imam Hartawan, sebagaimana diberitakan, Minggu, (08/03/2026).
Imam menjelaskan bahwa saat ini dunia konsultan di Indonesia terbagi menjadi dua sektor utama, yakni konsultan konstruksi dan konsultan non-konstruksi. Jika konsultan konstruksi telah memiliki payung hukum yang jelas melalui regulasi jasa konstruksi, maka sektor konsultan non-konstruksi dinilai masih belum memiliki institusi pembina yang kuat.
Menurutnya, hal ini membuat pengembangan ekosistem konsultan non-konstruksi berjalan kurang optimal.
Ia juga menyoroti persoalan rendahnya standar penghargaan terhadap profesi konsultan nasional, termasuk perbedaan besar dalam standar billing rate antara konsultan Indonesia dan konsultan asing.
“Kalau dibandingkan dengan konsultan luar negeri dengan kompetensi yang hampir sama, perbedaannya bisa mencapai lima hingga sepuluh kali lipat. Kondisi ini tentu berdampak pada minat generasi muda untuk berkarier di dunia konsultan,” papar Imam.
Menurut Imam, tantangan tersebut juga berdampak pada berkurangnya jumlah tenaga ahli yang tertarik bergabung di sektor konsultan. Banyak lulusan terbaik perguruan tinggi yang akhirnya memilih sektor lain karena melihat minimnya kepastian karier di industri konsultan.
Untuk itu, INKINDO berharap pemerintah dapat memperkuat regulasi serta menciptakan ekosistem yang lebih kondusif bagi pertumbuhan industri konsultan nasional.
Jaga Kualitas Pembangunan
Menanggapi hal tersebut, Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, menyatakan bahwa pemerintah memahami pentingnya peran konsultan dalam menjaga kualitas perencanaan pembangunan.
Ia mengakui bahwa konsultan, baik konstruksi maupun non-konstruksi, memiliki kontribusi besar dalam mendukung proses pengambilan keputusan berbasis kajian dan keahlian profesional.
Rachmat Pambudy juga menjelaskan bahwa penguatan kapasitas konsultan nasional menjadi bagian penting dalam memperkuat daya saing Indonesia.
“Pemerintah akan terus membuka ruang dialog dengan para pemangku kepentingan, termasuk INKINDO, guna memastikan sektor konsultan nasional dapat berkembang dan mampu bersaing di tingkat global,” imbuhnya.
Baca Juga :
INKINDO Jateng Bersiap Gelar Musprov 2026, Perkuat Jejaring dan Kemitraan Strategis




