Indonesia Bersiap Punya PLTB Raksasa 200 MW, Lokasinya di Banyuwangi
Proyek ini akan memperkuat pasokan energi bersih nasional dan bantu capai target Net Zero Emission 2060.
Konstruksi Media – Pemerintah Indonesia semakin agresif dalam upaya mempercepat pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT) sebagai bagian dari strategi menuju target Net Zero Emission pada tahun 2060.
Salah satu inisiatif besar yang tengah disiapkan adalah pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) di Banyuwangi, Jawa Timur, dengan kapasitas listrik mencapai 200 megawatt.
Proyek ini akan dikembangkan oleh perusahaan energi terkemuka asal Jerman, wpd Energi, yang sudah berpengalaman puluhan tahun di sektor energi angin global.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyampaikan bahwa pembangunan PLTB ini merupakan langkah konkret dalam pengurangan emisi karbon sekaligus memperkuat kemandirian energi daerah.
“PLTB merupakan pembangkit listrik ramah lingkungan, tidak menghasilkan emisi gas rumah kaca atau polusi udara. Kehadiran PLTB di Banyuwangi mendukung transisi menuju energi bersih yang dicanangkan pemerintah pusat,” kata Ipuk, mengutip laman resmi Pemkab Banyuwangi, Selasa, (18/11/2025)

Lokasi Strategis
Managing Director Asia Pasific wpd Energi, Hans Christoph Brumberg, menjelaskan bahwa pemilihan Banyuwangi bukan tanpa pertimbangan. Lokasi strategis yang berada di dekat pantai dan kaki pegunungan membuat daerah ini ideal untuk pembangkitan energi angin.
“Kami melihat potensi angin yang konsisten dan atraktif di Banyuwangi. Ini merupakan hasil riset panjang kami dalam mencari lokasi terbaik di Indonesia,” ujarnya.
Proyek ini direncanakan berlangsung melalui beberapa tahapan strategis sejak 2024 hingga 2028. Pada fase awal, perusahaan melakukan pengukuran dan verifikasi potensi angin serta memulai proses perizinan dan asesmen lingkungan.
Tahap konstruksi infrastruktur akan berlangsung pada 2026–2027, dan ditargetkan selesai pada akhir 2028 untuk mencapai Commercial Operation Date (COD).
Kepala DPMPTSP Banyuwangi, Partana, menjelaskan bahwa tahun 2024–2025 difokuskan pada finalisasi studi kelayakan teknis dan administratif.
“Seluruh rangkaian kegiatan diarahkan untuk memastikan proyek ini memberikan manfaat maksimal, tidak hanya pada pasokan energi bersih nasional, tetapi juga mendorong ekonomi lokal,” ujarnya.
Dengan diperkirakan menggunakan 25–30 turbin angin, PLTB Banyuwangi tidak hanya melengkapi portofolio energi hijau Indonesia, tetapi juga menjadi simbol kolaborasi internasional dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.
Ini adalah langkah monumental yang akan membuka jalan bagi revolusi energi terbarukan di Indonesia.
Baca Juga :
PLN Kembangkan Pembangkit Listrik dari Sampah Kapasitas 17,7 MW di Palembang




