ILCC 2025: Prof. Abduh Kupas Tuntas Perjalanan Lean Construction di Indonesia
Prof. Muhammad Abduh membagikan perjalanan 24 tahun Lean Construction Indonesia di ILCC 2025 India.
Konstruksi Media – Guru Besar ITB, Prof. Muhammad Abduh, M.T., Ph.D., menjadi pusat perhatian dalam hari pertama Academic Conference pada ajang Indian Lean Construction Conference (ILCC) 2025.
Dalam sesi tersebut, Prof. Abduh memaparkan perjalanan panjang Indonesia dalam mengadopsi Lean Construction (LC) sekaligus menjawab rasa penasaran peserta internasional mengenai peran Jepang dalam peta transformasi konstruksi global.
Membawakan materi berjudul “Lean Construction Journey in Indonesia”, Prof. Abduh menjelaskan dinamika pengenalan LC di tanah air yang telah dimulai sejak tahun 2000 hingga terbentuknya Ikatan Ahli Manajemen Konstruksi Indonesia (IAMKRI).
Baca Juga:
ILCC 2025 Bahas Tuntas 7 Working Group untuk Terapkan Lean Construction
“Kesabaran dan kebersamaan menjadi kuncinya. Kesabaran untuk juga menjalani perjalanan bersama yang masih panjang ke depan dalam penerapan LC di Indonesia,” ungkap Prof. Abduh merefleksikan proses transformasi di tanah air.
Menjawab “Misteri” Jepang
Salah satu momen menarik dalam sesi tanya jawab adalah ketika peserta bertanya mengapa Jepang, yang dikenal sangat efisien, justru tidak terlihat dalam peta komunitas LC global.
Prof. Abduh memberikan penjelasan mendalam bahwa konsep Lean sebenarnya berakar dari etos kerja Jepang itu sendiri.
“LC lebih tepat adalah istilah yang digunakan oleh orang di luar Jepang untuk mencoba mengerti cara kerja orang Jepang, dengan demikian orang Jepang tidak memerlukannya,” jelas Prof. Abduh di hadapan para delegasi India.
Namun, ia menambahkan bahwa saat ini mulai ada ketertarikan dari pihak Jepang untuk mengadopsi metode penyelenggaraan kolaboratif yang merupakan inovasi baru dari negara-negara di luar Jepang.
Baca Juga:
ILCC 2025 Ungkap 3 Kunci Sukses Konstruksi di Era Modern
AI dan Budaya Kerja: Belajar dari India
Selain presentasi dari Indonesia, forum ini menghadirkan tokoh industri India, VT Chandra Sekhar Rao, yang menekankan bahwa konstruksi bukan sekadar membangun struktur, melainkan membangun budaya perbaikan berkelanjutan.
Prof. Abduh juga menyoroti produktivitas akademisi India seperti Subhas Rastogi (purnabakti IIT Bombay) yang memaparkan peran krusial Kecerdasan Buatan (AI).
“Beliau menekankan AI di bidang konstruksi bukan hanya tren, tetapi kebutuhan strategis untuk meningkatkan efisiensi, kualitas, keselamatan, dan keberlanjutan proyek,” tulis Prof. Abduh dalam catatannya.
Dari sisi praktisi, perusahaan URC Construction menunjukkan pendekatan unik dengan berfokus pada metode Daily Huddle (pertemuan harian singkat) secara disiplin hingga menjadi budaya kerja.
Prof. Abduh menilai strategi sistematis perusahaan India tersebut layak menjadi contoh bagi perusahaan konstruksi di Indonesia.



