Konstruksi Media – Wajah kota masa depan yang rapi tanpa kabel bergelantungan atau jalan yang terus dibongkar untuk perbaikan utilitas mulai terwujud di Ibu Kota Nusantara (IKN).
Di kawasan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), pemerintah tengah membangun infrastruktur utilitas bawah tanah berteknologi tinggi bernama Multi Utility Tunnel (MUT).
Berbeda dengan banyak kota besar seperti Jakarta yang masih dipenuhi kabel udara dan penggalian jalan berulang, IKN mengintegrasikan seluruh jaringan utilitas ke dalam satu terowongan beton bawah tanah.
Salah satu proyek yang sedang berjalan adalah pembangunan MUT di Jalan Kawasan Hankam dan Lingkar Sepaku. Proyek ini dikerjakan oleh PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) sebagai salah satu kontraktor utama.
Direktur Utama WIKA, Agung Budi Waskito, mengungkapkan bahwa progres pembangunan MUT di segmen tersebut telah mencapai 62,83 persen per awal Maret 2026.
Apa itu Multi Utility Tunnel (MUT)?
Secara teknis, Multi Utility Tunnel (MUT) merupakan koridor utilitas bawah tanah yang menyatukan berbagai jaringan distribusi dalam satu terowongan beton terintegrasi.
Di dalam MUT, berbagai infrastruktur kota ditempatkan secara terorganisasi, antara lain:
- kabel listrik tegangan menengah
- kabel serat optik internet
- pipa air bersih
- pipa distribusi gas
Sistem ini dirancang untuk mendukung konsep smart and sustainable city yang menjadi dasar pembangunan IKN.
Menurut Agung, keberadaan MUT menjadi fondasi penting bagi tata ruang kota modern.
“Infrastruktur ini dirancang untuk mendukung integrasi utilitas bawah tanah yang berkelanjutan. Tujuannya agar tercipta tata ruang yang lebih tertib, modern, dan menjadi tulang punggung pengembangan KIPP IKN secara terintegrasi,” ujarnya, Rabu (4/3/2026).
Teknologi yang sudah lama dikaji
Konsep terowongan utilitas sebenarnya telah lama dikaji sebagai solusi atas keruwetan jaringan infrastruktur di kota besar.
Baca juga: Rehabilitasi Hutan IKN Capai 1.805 Hektar, Target Forest City Mulai Terlihat
Dalam jurnal “Common Trenches and Utility Tunnels: A Review of Issues and Concepts” (2018), peneliti Ray Sterling menjelaskan bahwa pemusatan jaringan utilitas dalam satu terowongan dapat meminimalkan kerusakan mekanis pada kabel maupun pipa akibat tekanan tanah atau aktivitas penggalian.
Di IKN, MUT dirancang cukup luas sehingga teknisi dapat melakukan inspeksi langsung tanpa harus membongkar permukaan jalan.
Di dalamnya juga terdapat:
- rak khusus untuk memisahkan kabel listrik dan kabel telekomunikasi
- sistem sensor kebocoran gas dan air
- sistem monitoring utilitas terintegrasi
Konsep ini sejalan dengan teori dalam buku Underground Infrastructure of Urban Areas yang disunting oleh Cezary Madryas.
Dalam buku tersebut dijelaskan bahwa penggunaan terowongan utilitas mampu meningkatkan masa pakai infrastruktur hingga dua sampai tiga kali lipat karena terlindungi dari korosi tanah dan perubahan cuaca ekstrem.
Investasi mahal dengan manfaat besar
Pembangunan MUT memang membutuhkan biaya konstruksi awal yang lebih tinggi dibandingkan pemasangan utilitas konvensional. Namun manfaat jangka panjangnya dinilai jauh lebih besar.
Beberapa keuntungan utama MUT di IKN antara lain:
1. Menghilangkan penggalian jalan berulang
Perawatan jaringan utilitas dapat dilakukan di dalam terowongan tanpa membongkar jalan.
2. Infrastruktur lebih tahan bencana
Struktur beton MUT dirancang tahan pergeseran tanah dan banjir sehingga layanan listrik dan air tetap stabil saat kondisi darurat.
3. Kota lebih rapi dan estetis
Langit kota bebas dari kabel udara sehingga mendukung konsep smart forest city yang menjadi identitas IKN.
Dengan sistem ini, IKN diharapkan menjadi contoh kota modern di Indonesia yang memiliki infrastruktur utilitas lebih tertata, efisien, dan berkelanjutan. (***)




