INFOKawasanNewsTRANSPORTATION

IKN Bakal Difasilitasi Kereta Tanpa Rel dan Taksi Terbang? Begini Kata Basuki

Kedua moda transportasi futuristik tersebut tidak menjadi prioritas pada fase awal pembangunan ibu kota negara

Konstruksi Media – Rencana pengoperasian kereta tanpa rel (autonomous rail transit/ART) dan taksi terbang (sky taxi) di Ibu Kota Nusantara (IKN) dipastikan belum akan direalisasikan dalam waktu dekat. Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menegaskan bahwa kedua moda transportasi futuristik tersebut tidak menjadi prioritas pada fase awal pembangunan ibu kota negara.

“Mobil saja belum ada, mau naik taksi terbang. Jadi belum urgent sekarang, menurut saya. Dan itu teknologinya pasti nanti masih berkembang terus. Nanti teknologinya pasti lebih baik daripada temuan teknologi yang sekarang,” kata Basuki.

Menurutnya, fokus utama saat ini adalah pembangunan infrastruktur dasar, perkantoran pemerintah, hunian, dan penguatan konsep Smart Forest City. Adapun teknologi transportasi canggih baru dipertimbangkan sebagai target jangka panjang, sekitar tahun 2040–2045.

Untuk jangka pendek, pemerintah mengutamakan pengembangan kendaraan listrik darat, terutama bus listrik (EV bus) yang direncanakan mulai beroperasi di IKN pada 2026.

Meski belum menjadi prioritas operasional, ART dan taksi terbang telah melalui tahap uji coba (Proof-of-Concept/PoC) sebagai langkah awal pengembangan ekosistem transportasi masa depan di IKN.

Baca juga:

Spesifikasi Singkat Teknologi yang Pernah Diuji di IKN:

1. Kereta Otonom Tanpa Rel (Autonomous Rail Transit/ART)

  • Pabrikan: CRRC Qingdao Sifang (China)
  • Kapasitas: 300–500 penumpang (3–5 gerbong)
  • Kecepatan maksimum: 70 km/jam
  • Jarak tempuh: 70 km per pengisian baterai
  • Teknologi: Navigasi otonom, V2X, sensor LiDAR
  • Status: Telah diuji Agustus 2024 dan saat HUT RI ke-79; masih memerlukan pengemudi, rencana dikembalikan ke pabrikan

2. Taksi Terbang (Sky Taxi)

  • Model: OPPAV HL016X
  • Pengembang: Hyundai Motors Company & Korea Aerospace Research Institute
  • Kapasitas: 5 orang
  • Lokasi uji: Bandara APT Pranoto, Samarinda (Juli 2024)
  • Kecepatan uji: 50 km/jam, ketinggian 50–80 meter

Uji coba menunjukkan kemampuan terbang dan mendarat mulus dengan pola manuver angka delapan, meski belum diarahkan untuk operasional penuh dalam waktu dekat.

Dengan fokus pembangunan dasar yang masih berjalan, inovasi transportasi masa depan tetap terbuka untuk dikembangkan seiring kematangan teknologi dan kesiapan ekosistem di IKN. (***)

Artikel Terkait

Back to top button
Chat WhatsApp
Banner Kiri
Banner Kanan