ICSA 2025 di Batang Tegaskan Komitmen Perusahaan Menuju Industri Hijau Nasional
Ajang penghargaan bergengsi ini menegaskan peran Batang sebagai kandidat kuat pusat pengembangan industri hijau nasional
Konstruksi Media – Indonesia Corporate Sustainability Award (ICSA) 2025 resmi digelar di Kabupaten Batang, Jumat (28/11/2025). Ajang penghargaan bergengsi ini menegaskan peran Batang sebagai kandidat kuat pusat pengembangan industri hijau nasional.
Co-Founder & CEO Olahkarsa, Unggul Yoga Ananta, menuturkan bahwa ICSA 2025 bukan sekadar seremoni penghargaan, melainkan instrumen untuk memperkuat komitmen dunia usaha dalam menjalankan praktik bisnis berkelanjutan.
“ICSA bukan hanya tentang menyerahkan trofi. Ini memastikan setiap perusahaan memiliki arah jelas menuju ekosistem industri hijau yang lebih terukur dan bertanggung jawab,” ujarnya dalam sesi doorstop.
Dari 277 perusahaan yang mendaftar, hanya 80 yang lolos kurasi ketat melalui evaluasi dokumen dan wawancara oleh asesor independen. Tahun ini terdapat 17 kategori penghargaan bagi pelaku industri yang terbukti memenuhi standar keberlanjutan.
“Besok kami akan berkunjung ke KEK Batang untuk melihat langsung pengelolaan limbah, water management, serta interaksi industri dengan masyarakat,” tambah Unggul.

Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan, menyebut penyelenggaraan ICSA sebagai momentum strategis memperkuat posisi Batang sebagai daerah lokomotif pertumbuhan ekonomi hijau.
“Batang tidak hanya hadir di peta Indonesia, tetapi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan,” ujarnya.
Pemkab Batang memperkuat arah pembangunan tersebut melalui Perda Nomor 1 Tahun 2025 yang memberikan insentif investasi hingga 50 persen bagi industri yang memenuhi syarat ketat lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.
Baca juga: Konsisten Terapkan Prinsip Keberlanjutan, Trakindo Raih Gold Winner di ICSA 2024
“Standarnya jelas: minimal 70 persen tenaga kerja adalah warga Batang, ESG wajib terintegrasi, dan setiap industri harus punya roadmap pemulihan tutupan lahan,” tegasnya.
Direktur Utama KEK Industropolis Batang, Ngurah Wirawan, turut menyuarakan optimisme. Ia menegaskan KEK Batang dirancang sebagai kawasan industri ramah lingkungan.
“KEK Batang didesain sebagai konsep industri di dalam taman, bukan taman di dalam kawasan industri,” ucapnya.

Ketentuan penanaman pohon bagi setiap industri yang dibangun disebutnya sebagai bentuk akuntabilitas nyata dalam menjaga keberlanjutan.
Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri Kemenperin, Emmy Suryandari, menilai ICSA 2025 sebagai bukti bahwa transformasi industri menjadi lebih hijau dapat dicapai melalui kolaborasi lintas sektor. Kemenperin juga tengah menyiapkan standar green-waste baru dan lembaga pembiayaan khusus industri hijau.
“Transformasi industri existing menjadi lebih hijau bisa dilakukan dengan kolaborasi,” tegasnya.
Senada, Ketua ACEXI, Lastyo Kuntoaji Lukito, menyebut Batang sebagai lokasi penyelenggaraan yang tepat mengingat isu karbon dan perubahan iklim kini menjadi fondasi daya saing industri modern.
“Kolaborasi ini luar biasa dan sangat tepat diadakan di Batang,” ujarnya. (***)


