AirInfrastruktur

Hutama Karya Tuntaskan Pembangunan Bendungan Semantok

Progres konstruksi pembangunan Bendungan Semantok secara umum telah mencapai 95,87 persen untuk semua paket pekerjaan.

Konstruksi Media – Direktur Operasi I PT Hutama Karya (Persero) Gunadi mengutarakan sedang menyelesaikan pembangunan Bendungan Semantok di Nganjuk, Jawa Timur untuk paket 2 dan 4 sebesar Rp1,17 triliun. Ia mengatakan, penyelesaian pembangunan Bendungan Semantok ditargetkan tepat waktu, biaya, dan mutu.

“Penyelesaian lebih cepat dari target awal,” kata Gunadi kepada Konstruksi Media melalui keterangan tertulis, Jumat (15/7/2022).

Saat ini, kata dia, progres konstruksi pembangunan Bendungan Semantok secara umum telah mencapai 95,87 persen untuk semua paket pekerjaan. Gunadi mengatakan, hal tersebut menunjukan lebih cepat lima bulan dari master schedule awal.

Menurut dia, salah satu keunggulan dalam pembangunan bendungan ini adalah pemanfaatan konstruksi digital melalui penerapan Building Information Modelling (BIM). Penerapan tersebut telah memenuhi Standar Manajemen Informasi berbasis ISO 19650 yang mendukung monitoring dan controlling pelaksanaan konstruksi.

Baca juga: Gunadi Resmi Gabung Jajaran Petinggi Hutama Karya

“Bendungan Semantok ini disebut sebagai yang terpanjang di kawasan Asia Tenggara karena memiliki panjang puncak atau mercu bendungan yakni 3.100 meter atau 3,1 kilometer,” ucap Gunadi.

Ia mengatakan, Bendungan Semantok dapat memenuhi kebutuhan irigasi persawahan. Selain itu, dapat mengurangi risiko banjir di kawasan hilir Sungai Semantok, kemudian mengembangkan pariwisata berbasis air, menumbuhkan pariwisata lokal, menciptakan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan green environment.

“Pekerjaan konstruksi bendungan ini dimulai sejak Desember 2017 dan dibangun untuk kebutuhan irigasi persawahan seluas 1.900 hektare, serta diharapkan dapat meningkatkan hasil pertanian daerah sekitar, menumbuhkan ekosistem bisnis baru, meningkatkan pariwisata serta menciptakan green environment,” ujarnya.

Gunadi mengatakan, impounding atau penggenangan awal bendungan merupakan prosesi awal penggenangan bendungan dilakukan karena pembangunan telah mencapai lebih dari 90 persen. Kegiatan tersebut merupakan salah satu tahapan krusial dalam pembangunan bendungan karena harus dilakukan dengan perhitungan waktu pelaksanaan yang tepat.

“Apabila terlalu lambat maka dapat menyebabkan kekeringan di daerah hilir, dan sebaliknya apabila terlalu cepat dapat mengakibatkan kerusakaan pada bendungan tersebut,” ucap Gunadi.

Baca artikel selanjutnya:

Artikel Terkait

Back to top button
Chat WhatsApp