Konstruksi Media – PT Hutama Karya kembali melanjutkan pemasangan instalasi air bersih guna mendukung fasilitas hunian sementara (huntara) tahap kedua di Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Proses pemasangan ditargetkan rampung dalam tiga hari ke depan atau paling lambat pada Minggu, 22 Februari 2026.
Supervisor Pelaksana Hutama Karya, Deri Limarta, mengatakan saat ini masih terdapat pekerjaan penanaman dan penimbunan pipa instalasi air bersih sepanjang sekitar 800 meter yang harus diselesaikan.
βIni kurang lebih kita kelar di dua hari atau tiga hari lagi lah, maksimalnya tiga hari. Huntara 3 belum kelar, yang sudah kelar itu baru huntara 1, yang ini huntara 2 sebentar lagi kelar dan untuk huntara 3 itu baru pembentangan dan penyambungan ko plat. Untuk alat berat kita maksimalkan satu sebab kalau dua kita gunakan akan macet jalan jadinya di sekitar sini,β ujar Deri di Kabupaten Agam, Kamis (19/2/2026).

Air Bersih Dialirkan dari Kampung Tangah
Instalasi air bersih untuk huntara tahap kedua ini mengambil sumber air dari aliran sungai di Kampung Tangah yang berjarak sekitar 3,3 kilometer dari lokasi huntara di Jorong Padang Gantiang, Kecamatan Palembayan.
Upaya ini dilakukan agar pasokan air bersih dapat mengalir lancar ke rumah-rumah warga yang menempati huntara tahap kedua. Ketersediaan air bersih menjadi fasilitas dasar yang krusial bagi penghuni, terutama dalam menjaga kesehatan dan sanitasi lingkungan.
Baca juga: Perombakan Komisaris dan Direksi PT Hutama Karya, Inilah Susunan Lengkapnya
Huntara tahap kedua di Jorong Padang Gantiang terdiri dari total 88 unit. Pembangunan infrastruktur pendukung seperti instalasi air bersih menjadi prioritas agar hunian tersebut layak dan nyaman ditempati.
Perbaikan Huntara Tahap I dan Libatkan Tenaga Kerja Lokal
Selain fokus pada penyelesaian instalasi air bersih huntara tahap kedua, Hutama Karya juga membantu perbaikan sejumlah unit di huntara tahap pertama yang mengalami kerusakan atau kekurangan fasilitas.

Dalam proses pengerjaan huntara di Palembayan, perusahaan turut memaksimalkan peran serta masyarakat lokal. Sebanyak 26 tenaga kerja setempat dilibatkan dalam proyek tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap perekonomian warga sekitar.
Melalui percepatan penyelesaian instalasi air bersih ini, Hutama Karya berharap seluruh fasilitas dasar huntara dapat segera berfungsi optimal. Dengan demikian, masyarakat terdampak dapat menempati hunian sementara dengan kondisi yang lebih layak, aman, dan nyaman. (***)
