Info ProyekNews

Hutama Karya Genjot Lima Proyek Rumah Sakit di Indonesia Timur dan Barat, Progres Capai 83%

PT Hutama Karya (Persero) terus mempercepat pembangunan lima rumah sakit baru di berbagai provinsi

Konstruksi MediaPT Hutama Karya (Persero) terus mempercepat pembangunan lima rumah sakit baru di berbagai provinsi sebagai bagian dari upaya pemerataan fasilitas kesehatan nasional. Langkah ini merespons rendahnya rasio ketersediaan rumah sakit di Indonesia.

Menurut Profil Kesehatan Indonesia 2024 tercatat baru mencapai sekitar 1,1–1,15 rumah sakit per 100.000 penduduk. Angka ini jauh di bawah standar WHO sebesar tiga rumah sakit per 100.000 penduduk.

Lewat proyek strategis ini, Hutama Karya menghadirkan fasilitas kesehatan terpadu di daerah terpencil. Proyek ini termasuk pembangunan RSUD Sanana di Maluku Utara yang dibangun dengan standar Rumah Sakit Tipe C.

RS Kandau Manado. Dok.ist

Baca Juga:

Hutama Karya Perkuat Inovasi Digital dan Kolaborasi Global di Forum Internasional REAAA 2025

Progres Lima Rumah Sakit Capai Hingga 83%

Hingga awal November 2025, capaian konstruksi kelima proyek menunjukkan kemajuan signifikan:

  • RS Kandau Manado (Sulawesi Utara) mencapai 49,88% dengan lebih dari 270 pekerja lokal terlibat.
  • RSUD Bengkulu Tengah sudah berada di 83,06% dan ditargetkan menjadi rumah sakit rujukan bagi tiga kabupaten sekitar.
  • RSUD Tafaeri Nias Utara mencapai 52,44%, memanfaatkan sistem suspended slab untuk mengatasi kondisi tanah rawa.
  • RSUD Kota Bima (NTB) menuntaskan struktur atas dengan progres 69,54% dan melanjutkan pekerjaan interior.
  • RSUD Sanana (Maluku Utara) telah mencapai 54,88% dengan fokus pada penguatan fondasi dan sistem drainase kawasan pesisir.

Seluruh proyek dibangun menggunakan pendekatan konstruksi efisien dan berkelanjutan, menggabungkan sistem modular dan material hemat energi untuk memastikan percepatan tanpa mengorbankan kualitas medis.

Executive Vice President Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah, menegaskan bahwa pemerataan fasilitas layanan kesehatan adalah prioritas perusahaan.

RS Sanana
RS Sanana. Dok.ist

“Setiap infrastruktur yang kami bangun mencerminkan komitmen kami untuk meningkatkan kualitas hidup bangsa,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima, Kamis (13/11).

Baca Juga:

PTPN III Gandeng HIN Perkuat Layanan Akomodasi dan MICE di Seluruh Indonesia

Dukungan terhadap Program Nasional PHTC

Pembangunan lima rumah sakit ini merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang digagas Kementerian Kesehatan untuk mempercepat peningkatan layanan kesehatan di daerah tertinggal, perbatasan, dan kepulauan.

Hutama Karya dipilih sebagai kontraktor utama karena rekam jejak dalam membangun fasilitas publik seperti RS Sardjito, RS Mata Manado, RSUD Purworejo, RSKD Duren Sawit, RSUD Tarakan, RSUP Prof. Ngoerah Denpasar, RS Universitas Hasanuddin, RS UPT Vertikal Kupang, dan RSUD Pangandaran.

RS Sungai Lemau Bengkulu. Dok.ist
RS Sungai Lemau Bengkulu. Dok.ist

Menurut Mardiansyah, pembangunan rumah sakit bukan sekadar pekerjaan konstruksi, melainkan investasi jangka panjang untuk kesejahteraan masyarakat.

“Kesehatan adalah hak dasar setiap warga negara. Kami berkomitmen menghadirkan infrastruktur yang menunjang pemenuhan hak tersebut hingga ke pelosok negeri,” tutupnya.

Langkah ini sekaligus mendukung Asta Cita ke-4 Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, yaitu penguatan sumber daya manusia melalui peningkatan kualitas kesehatan dan akses layanan medis yang merata di seluruh Indonesia.

 

Artikel Terkait

Back to top button
Chat WhatsApp
Banner Kiri
Banner Kanan