HUT ke-43 HDII, Era Baru Desain Interior Indonesia Dimulai
Desain interior Indonesia ke depan tidak cukup hanya berbicara soal estetika dan fungsi ruang, tetapi juga harus mampu menjawab tantangan zaman.
Konstruksi Media — Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII) merayakan hari jadinya yang ke-43. Hal ini menjadi panggung refleksi sekaligus proyeksi masa depan desain interior nasional.
Mengangkat tema “43 Tahun Menjaga Nilai, Menggerakkan Masa Depan Interior Indonesia”, kegiatan ini lebih dari sekadar perayaan, peringatan ini dimaknai sebagai ajakan kolektif bagi para desainer untuk menegaskan perannya dalam pembangunan bangsa melalui inovasi, budaya, dan keberlanjutan.
Ketua Umum HDII, Adi Surya Triwibowo, menegaskan bahwa desain interior Indonesia ke depan tidak cukup hanya berbicara soal estetika dan fungsi ruang, tetapi juga harus mampu menjawab tantangan zaman, mulai dari krisis lingkungan hingga disrupsi teknologi.

“Desainer hari ini bukan hanya pencipta bentuk atau pelaku bisnis, tetapi pejuang yang menjaga identitas budaya bangsa,” terang Adi disela-sela HUT HDII ke-43 di Jakarta, Kamis, (29/01/2026) malam.
Adi menambahkan bahwa kekayaan budaya Nusantara yang terdiri dari lebih dari 750 ragam suku dan tradisi merupakan sumber ideasi tak terbatas bagi desainer Indonesia untuk bersaing di kancah global.
“Budaya itu milik kita. Local genius inilah yang menjadi kekuatan utama desain Indonesia untuk mengalahkan pasar global,” ujarnya.
Dalam momentum tersebut, HDII juga mengangkat pentingnya kesinambungan antara sejarah, praktik profesional, dan masa depan desain interior. Melalui sesi diskusi lintas generasi, para desainer diajak memahami perjalanan HDII sekaligus membaca peluang baru yang muncul dari perkembangan teknologi dan perubahan gaya hidup masyarakat.
“Dunia ini sudah tidak baik-baik saja. Karena itu, desainer punya tanggung jawab besar terhadap masa depan lingkungan dan generasi mendatang,” papar Adi.

Karya Desain Sustainability
Ia menuturkan bahwa prinsip sustainability bukan sekadar jargon, tetapi harus hadir nyata dalam setiap karya desain yang diciptakan.
Selain keberlanjutan, inovasi berbasis teknologi menjadi isu penting yang disorot. Menurut Adi, teknologi hanyalah alat, sementara ruh desain tetap berada pada manusia yang memberi makna terhadap ruang dan kehidupan.
“Kita harus bijak dalam menggunakan teknologi, karena esensi desain tetaplah tentang manusia,” katanya lagi.

Lebih jauh, Adi berharap HDII terus menjadi rumah besar bagi para desainer interior Indonesia dalam melahirkan karya-karya visioner yang berakar pada budaya, berpihak pada lingkungan, dan relevan dengan masa depan.
“Semoga desainer Indonesia bisa terus terlibat aktif dalam pembangunan nasional dan memberi kontribusi nyata bagi peradaban,” tutupnya.
Baca Juga :
HDII Dorong Paradigma Baru dalam Desain Interior di Era Modern




