INFONewsPerumahan

Harga Rumah Subsidi Tak Naik, Pengembang Mulai Teriak

Padahal harga material bangunan mulai naik sejak akhir tahun 2025,

Konstruksi Media – Keputusan pemerintah untuk tidak menaikkan harga rumah subsidi pada tahun depan memunculkan kekhawatiran di kalangan pengembang. Pasalnya, di tengah kenaikan harga material bangunan, margin keuntungan pengembang rumah subsidi dinilai kian menipis.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Deddy Indra Setiawan mengatakan, produksi rumah subsidi sejatinya masih akan berjalan dan pasokan tetap terjaga, terutama dengan dukungan pembiayaan dari perbankan. Namun, tekanan biaya konstruksi berpotensi menekan profitabilitas pengembang.

“Imbasnya, profit pengembang turun karena adanya kenaikan biaya produksi rumah beserta infrastruktur pendukungnya,” ujar Deddy, Selasa (30/12/2025).

Kenaikan harga material bangunan, menurut pelaku usaha, sudah mulai terasa di sejumlah daerah. Di Cilegon, Banten, misalnya, terjadi lonjakan harga bahan bangunan akibat kelangkaan material dasar seperti pasir dan batu.

Ketua Umum Aliansi Pengembang Perumahan Nasional Jaya (Appernas Jaya) Andriliwan Muhammad, yang akrab disapa Andre Bangsawan, menyebut kelangkaan tersebut dipicu oleh penutupan sementara sejumlah tambang di Jawa Barat. Kebijakan itu berdampak langsung pada meningkatnya harga material di lapangan.

Baca juga: Akad Massal 50 Ribu Rumah Subsidi, Pemerintah Percepat Target Program 3 Juta Rumah

Ia mencontohkan, harga pasir fondasi per rit yang sebelumnya sekitar Rp800 ribu naik menjadi Rp900 ribu. Sementara pasir cor yang semula Rp1 juta per rit mengalami kenaikan, demikian pula harga batu per truk yang melonjak dari sekitar Rp900 ribu menjadi Rp1 juta.

Meski demikian, Andre menilai secara nasional para pengembang masih dapat menerima kebijakan tidak adanya penyesuaian harga rumah subsidi. Namun, ia menekankan pentingnya peran pemerintah dalam mencarikan solusi jika tekanan biaya material terus berlanjut.

“Yang perlu kita pikirkan bersama, termasuk pemerintah, apabila harga rumah tetap sementara material yang kita pakai melonjak, tentu harus dicarikan solusi agar pengembang tetap bisa bertahan,” katanya.

Pengembang berharap adanya kebijakan penyeimbang, baik dalam bentuk insentif, kemudahan perizinan, maupun stabilisasi harga material, agar program rumah subsidi tetap berjalan tanpa mengorbankan keberlanjutan usaha di sektor perumahan rakyat. (***)

Artikel Terkait

Back to top button
Chat WhatsApp

HUBUNGI KAMI

👑 Berlangganan Artikel Premium 📰 Iklan Display Produk (Majalah dan Website) 📣 Liputan Khusus
Banner Kiri
Banner Kanan