Arsitektur & DesignAsosiasiNewsSustainability

Hadirkan Forum Arsitektur Global, ARCH:ID 2026 Soroti Krisis Urban 

Konstruksi Media — ARCH:ID 2026 International Conference kembali digelar sebagai salah satu agenda utama dalam rangkaian forum arsitektur tahunan ARCH:ID 2026.

ARCH:ID merupakan sebuah forum oleh Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) bersama PT CIS Exhibition, konferensi ini hadir sebagai ruang dialog global yang mempertemukan arsitek, perencana kota, akademisi, pelaku industri, hingga pengambil kebijakan untuk membahas masa depan lingkungan binaan yang semakin kompleks.

Tahun ini, konferensi berlangsung pada 23–24 April 2026 di ICE BSD City, Nusantara Hall, Tangerang, Banten.

Mengusung tema “Skema Sintesa Arsitektur Keterlibatan”, ARCH:ID 2026 menempatkan arsitektur sebagai ekologi kolaboratif yang melampaui batas disiplin. Tema tersebut menegaskan bahwa arsitektur bukan lagi sekadar soal bentuk dan estetika, tetapi juga proses negosiasi lintas ilmu untuk menjawab tantangan perubahan iklim, dinamika urban, hingga transformasi sosial yang membentuk kota-kota masa depan.

Pelaksanaan konferensi tahun ini dibagi dalam dua fokus besar, yakni Urban Forum pada hari pertama dan Architecture Forum pada hari kedua. Urban Forum akan membedah isu perkotaan dalam skala makro, mulai dari tata ruang, kebijakan, hingga daya tahan kota terhadap tekanan global.

Sementara Architecture Forum menyoroti bagaimana desain arsitektur bekerja lebih dekat dengan skala manusia, menghadirkan ruang yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan.

ARCH ID
Flyer perhelatan ARCH:ID 2026. Dok. Ist

Menurut Ar. Alvar Mensana, tim Conference ARCH:ID 2026 dari IAI, forum ini dirancang untuk memperluas cara pandang para profesional terhadap tantangan arsitektur kontemporer.

“Kini arsitektur tidak lagi hanya berbicara tentang bentuk, tetapi juga tentang bagaimana kita merespons krisis iklim, dinamika kota, dan perubahan sosial. Melalui Architecture Forum dan Urban Forum, kami menghadirkan beragam perspektif agar peserta dapat melihat tantangan tersebut secara lebih utuh dan kolaboratif,” ujarnya.

Sejumlah pembicara internasional dan nasional ternama dijadwalkan hadir, seperti  Florence Chan, Manuelle Gautrand, Isha Hening, Irene Umar, hingga Ir. Diana Kusumastuti, Wakil Menteri Pekerjaan Umum.

Kehadiran para tokoh lintas praktik ini diharapkan memperkaya diskusi dari sisi desain, kebijakan, seni visual, hingga pengembangan kota, sekaligus membuka peluang jejaring strategis antarprofesi di sektor arsitektur dan lingkungan binaan.

Selain menjadi forum pertukaran gagasan, partisipasi dalam ARCH:ID 2026 International Conference juga memberikan KUM point bagi arsitek anggota IAI, menjadikannya relevan tidak hanya sebagai ajang inspirasi, tetapi juga penguatan kompetensi profesional. Dengan skala internasional dan isu yang semakin strategis, konferensi ini diproyeksikan menjadi salah satu panggung penting dalam membentuk arah arsitektur dan urbanisme Indonesia ke depan.

Baca Juga :

ARCH ID 8-11 May 2025

Artikel Terkait

Back to top button
Chat WhatsApp

HUBUNGI KAMI

👑 Berlangganan Artikel Premium 📰 Iklan Display Produk (Majalah dan Website) 📣 Liputan Khusus
Banner Kiri
Banner Kanan