Konstruksi Media – Universitas Hasanuddin (Unhas) memperkuat posisi di kancah riset global setelah proposal penelitian kolaboratifnya resmi didanai oleh Dewan Riset Nasional Spanyol atau Spanish National Research Council (CSIC). Pendanaan ini diberikan melalui skema Program I-COOP 2025 yang berfokus pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Proyek yang digarap oleh Thematic Research Group (TRG) GIS Land Use dari Departemen Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian Unhas ini, akan berfokus pada pengembangan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dan teknologi robotik untuk pemetaan lahan.
Baca Juga:
Kiprah Arief Koeswanto Insinyur Kimia yang Sukses Merawat Mutu di Industri Farmasi
Prediksi 20 Tahun Ekosistem Tropis
Ketua Peneliti, Prof. Ir. Sumbangan Baja, M.Phil., Ph.D., menjelaskan bahwa proyek bertajuk “Designing a 20-Year Forecasting Framework for Tropical Watershed–Coastal Systems Using Explainable AI and Remote Sensing Data” ini bertujuan membangun model prediksi jangka panjang terhadap dinamika ekosistem tropis.
”Usulan kami fokus pada penggunaan Explainable AI dan data pengindraan jauh untuk menghasilkan kerangka prediksi 20 tahun ke depan. Fokus utamanya adalah mendukung target Life on Land (SDGs 15),” ujar Prof. Sumbangan dalam keterangannya, Jumat (9/1).

Sasar Lokasi di Kalimantan
Riset yang dijadwalkan berlangsung hingga 31 Desember 2027 ini akan mengeksplorasi lokasi-lokasi strategis, dengan Kalimantan sebagai salah satu kandidat lokasi penelitian utama karena signifikansi hutan tropisnya yang luas.
Baca Juga:
HDII Jakarta Gelar Musda XII di JDC, Bahas 3 Agenda Penting
Prof. Sumbangan, yang juga merupakan Sekretaris Universitas, menyebutkan bahwa CSIC memberikan respons yang sangat positif terhadap kedalaman materi riset yang diajukan. “Progres kerja sama ini tergolong cepat. Luaran utamanya tentu publikasi ilmiah bereputasi internasional,” tambahnya.
Selain pendanaan riset, kolaborasi ini membawa dampak strategis bagi reputasi akademik Unhas. Mitra dari Spanyol diproyeksikan menjadi academic pair dalam jejaring internasional. Selain itu, kolaborasi ini akan melibatkan mitra internasional sebagai adjunct professor untuk memperkaya perspektif global mahasiswa di kampus.
”Ini adalah pintu pembuka bagi kelompok riset lain untuk bergabung dan memperluas skala kolaborasi,” pungkas Prof. Sumbangan.




