Gunakan Desain Kearifan Lokal, Pemprov Bali Kebut Proyek Pelabuhan Benoa
Konstruksi Media – Gubernur Bali Wayan Koster mengaku tengah melakukan percepatan proyek pengembangan Pelabuhan Benoa di Kota Denpasar, Bali.
Proyek senilai Rp 6,1 triliun digarap sejak tahun lalu ini dipastikan bakal rampung pada 2023 mendatang.
“Programnya sudah berjalan sudah sejak tahun 2020 dan diharapkan selesai tahun 2023,” kata Koster dalam tayangan Youtube Pemprov Bali, Sabtu (28/8/2021).
- Data Center Andal Adalah Kunci Pengembangan AI yang Aman dan Efisien, Begini Kata Para Pakar
- Kinerja Semen Indonesia di 2024: Raup Laba Bersih Rp719,76 Miliar
- Dukung Kelancaran Mudik, KAI: Stasiun Yogyakarta Simpul Integrasi Transportasi
Koster mengungkapkan, proyek pengembangan pelabuhan Benoa ini menelan anggaran hingga Rp 6,1 triliun.
Dia memastikan, proyek pelabuhan itu didesain sesuai dengan kearifan lokal Bali.
Koster mengatakan, proyek pengembangan Pelabuhan Benoa secara administratif perizinan sudah selesai sebelum dirinya menjadi Gubernur Bali. Setelah dirinya menjadi Gubernur Bali, Koster mengaku sempat mengadakan rapat dengan direksi dan komisaris Pelindo III.
“Pada saat itu kita disepakati desain untuk pengembangan Pelabuhan Benoa di dumping I dan dumping II serta kawasan lainnya yang menjadi kewenangan dari Pelindo III. Kesepakatannya yakni desainnya harus menggunakan sesuai dengan kearifan lokal Bali. Karena memang desainer yang terlibat adalah dari Bali,” jelas Koster.
Kemudian Koster saat ini Koster juga telah mendapat paparan dari direksi dan komisaris utama Pelindo III. Mereka menyampaikan bahwa disampaikan yang dilakukan dilakukan sudah sesuai dengan desain yang diminta olehnya pada rapat bulan Desember 2019 lalu.
“Jadi progresnya sudah sesuai target bahkan melebihi target per hari ini. Jadi semua rencananya sudah berjalan dengan bagus,” terang Koster. ***