Groundbreaking JEC Sanur, Investasi Rp300 Miliar Berpotensi Capai Rp2 Triliun
Proyek dengan investasi Rp300 miliar ini diprediksi dapat mendorong total investasi di KEK Sanur menyentuh angka Rp2 triliun.
Konstruksi Media – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur semakin mengukuhkan posisinya sebagai pusat layanan kesehatan kelas dunia. Hal ini ditandai dengan dimulainya pembangunan (groundbreaking) RS Mata JEC Bali pada Sabtu (14/2).
Proyek dengan investasi Rp300 miliar ini diprediksi dapat mendorong total investasi di KEK Sanur menyentuh angka Rp2 triliun.
RS Mata JEC Bali akan berdiri di atas lahan 6.200 meter persegi dengan luas bangunan 12.000 meter persegi. Fasilitas medis empat lantai ini ditargetkan rampung pada 2027 dan diproyeksikan mampu melayani 30.000 kunjungan pasien pada tahun pertama operasionalnya.
Baca Juga:
Everlasting Design: Gaya Jepang Rasa Lokal dalam Kolaborasi HDII dan Miratap
Efek Domino Bagi Ekonomi Bali
Gubernur Bali, Wayan Koster, memberikan apresiasi tinggi atas langkah JEC Group. Menurutnya, suntikan modal dari sektor swasta seperti JEC sangat krusial dalam membangun ekosistem wisata medis di Bali.
“Jika ditotal dengan investasi JEC yang Rp300 miliar, total investasi di KEK Sanur bisa mencapai Rp2 triliun. Ini akan berdampak langsung ke pertumbuhan ekonomi Bali,” ungkap Koster dalam sambutannya.
Koster menambahkan bahwa kehadiran RS Mata spesialis ini tidak hanya menambah angka investasi, tetapi juga memperkuat daya tarik Bali bagi wisatawan mancanegara dan domestik yang ingin berobat sambil berwisata.

Konsep ‘Blue Hospital’ dan Wisata Medis
Presiden Direktur JEC Group, Johan A. Hutauruk, menjelaskan bahwa JEC Bali membawa misi besar untuk merebut pasar wisata medis yang selama ini dikuasai negara tetangga seperti Singapura dan Australia.
Baca Juga:
Hijaukan Pesisir Indramayu, Adhi Karya Tanam 6.600 Bibit Mangrove
Strategi utamanya adalah menghadirkan kualitas premium dengan konsep “Blue Hospital”.
“Kami berharap pasien di JEC BALI tidak hanya mendapatkan kesembuhan medis, tetapi juga pengalaman ‘healing’ yang menyeluruh berkat dukungan sistem bangunan cerdas dan lingkungan yang ramah,” jelas Johan.
Melalui efisiensi biaya yang ditawarkan, JEC optimis dapat menarik minat komunitas ekspatriat dan pasien internasional.
Dengan biaya pengobatan yang lebih terjangkau, pasien memiliki keleluasaan untuk menikmati pariwisata Bali, yang pada akhirnya memberikan multiplier effect bagi perekonomian masyarakat lokal.




