Groundbreaking 6 Proyek DME Jumat Ini, Lokasi di Kalimantan hingga Sumatera
Pemerintah Indonesia dijadwalkan memulai pembangunan enam proyek hilirisasi batu bara menjadi DME.
Konstruksi Media – Pemerintah Indonesia dijadwalkan memulai pembangunan (groundbreaking) enam proyek hilirisasi batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME) secara serentak pada Jumat (6/2). Proyek strategis ini tersebar di enam lokasi kunci mulai dari Pulau Kalimantan hingga Sumatera untuk memperkuat ketahanan energi nasional.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM dan CEO Danantara Rosan Roeslani, mengonfirmasi bahwa pembangunan akan dimulai di Bulungan (Kalimantan Utara), Kutai Timur, Kotabaru (Kalimantan Selatan), serta Muara Enim, Pali, dan Banyuasin (Sumatera Selatan).
“Enam proyek hilirisasi akan melakukan groundbreaking pada 6 Februari mendatang,” ujar Rosan di Jakarta pada pekan ini.
Baca Juga:
Sektor Konstruksi Dominasi 76 Persen, NKB WKI Tembus Target
Gantikan Peran Impor LPG
Proyek gasifikasi batu bara ini merupakan bagian dari 18 inisiatif hilirisasi nasional dengan total estimasi investasi mencapai 38,63 miliar dolar AS atau sekitar Rp618 triliun. Pemerintah menargetkan DME dapat menjadi substitusi utama Liquefied Petroleum Gas (LPG) yang hingga kini masih didominasi produk impor.
Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menekankan urgensi proyek ini mengingat Indonesia harus mengimpor sekitar 7 juta ton LPG setiap tahunnya untuk memenuhi kebutuhan nasional sebesar 8,5 juta ton.
Baca Juga:
Menanti Wajah Baru Jakarta Lewat Program Gentengisasi
Menurut Bahlil, teknologi gasifikasi akan memaksimalkan potensi batu bara lokal guna memangkas ketergantungan impor, karena kemampuan suplai dalam negeri saat ini masih terbatas di angka 1,3 juta ton.



