
Gratis! IAMKRI Gelar Webinar Asia Bahas Project Production Management
Konstruksi Media — Ikatan Ahli Manajemen Konstruksi Ramping Indonesia (IAMKRI) kembali mengambil peran strategis dalam mendorong transformasi industri konstruksi nasional melalui penyelenggaraan webinar internasional bertajuk “Project Production Management – The Missing Element in Predictable Project Outcomes”.
Kegiatan yang akan digelar secara daring pada Jumat, 27 Februari 2026 pukul 09.00–11.00 WIB ini menjadi forum penting untuk memperkenalkan pendekatan baru dalam mengelola proyek, khususnya di tengah meningkatnya kompleksitas proyek-proyek modern.
Dalam forum ini, IAMKRI mengundang praktisi, akademisi, hingga pemangku kebijakan untuk memahami konsep Project Production Management (PPM), sebuah cara pandang yang menempatkan proyek konstruksi sebagai sistem produksi.
Selama ini, industri dinilai terlalu fokus pada project management, namun melupakan dimensi production management yang justru menentukan ketercapaian hasil proyek secara lebih presisi dan terukur. PPM sendiri merupakan pengembangan lebih lanjut dari prinsip Lean Construction yang menekankan efisiensi, pengurangan pemborosan, serta stabilitas alur kerja.

Dok. Ist
“IAMKRI melihat bahwa banyak proyek tidak gagal karena kurangnya manajemen, tetapi karena kita tidak mengelola sistem produksinya dengan benar. PPM menawarkan pendekatan berbasis sains operasi yang membuat kinerja proyek lebih dapat diprediksi,” ujar Ketua Umum IAMKRI Prof. Muhammad Abduh, (18/02/2026).
Ia menyampaikan bahwa pendekatan ini relevan untuk proyek-proyek kompleks seperti pembangunan data center, hilirisasi industri, energi terbarukan, hingga proyek dengan skema delivery DB, EPC, maupun IPD.
Webinar ini menghadirkan tokoh-tokoh utama dari Project Production Institute (PPI), di antaranya James Choo, alumnus University of California, Berkeley, yang mendalami PPM melalui riset akademiknya, serta Todd Zabelle, penulis buku Built to Fail yang menyoroti lima pengungkit utama dalam sistem produksi: product design, process design, capacity, inventory, dan variability. Mereka juga berkolaborasi dengan Mark L. Spearman, penulis Factory Physics, untuk mengintegrasikan sains operasi ke dalam praktik konstruksi modern.
IAMKRI menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak seperti Gapenri, ITB, AKI, serta DJBK Kementerian PUPR yang turut mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Webinar ini juga melibatkan peserta dari berbagai negara Asia seperti India, Singapura, Malaysia, Thailand, dan Jepang, menjadikannya ruang pertukaran gagasan lintas negara dalam penguatan praktik konstruksi berbasis Lean dan PPM.
“IAMKRI bersyukur dapat menjadi host dalam forum Asia ini. Kami berharap diskusi ini membuka cara pandang baru bahwa proyek bukan sekadar dikelola, tetapi diproduksi dengan sistem yang ilmiah dan terukur,” tambah Prof. Abduh.
Webinar ini terbuka dan gratis bagi publik, sebagai bagian dari komitmen IAMKRI untuk mendorong industri konstruksi yang lebih andal, efisien, dan berkelanjutan.
Berikut link registrasi : https://bit.ly/PPM-AsianWebinar




