
Glasstech Asia 2025 Pamerkan Inovasi Industri Kaca dan Fasad
Pameran industri kaca dan fasad terbesar di Asia Tenggara, Glasstech Asia dan Fenestration Asia (GAFA) 2025, resmi dibuka di ICE BSD City
Konstruksi Media – Pameran industri kaca dan fasad terbesar di Asia Tenggara, Glasstech Asia dan Fenestration Asia (GAFA) 2025, resmi dibuka di ICE BSD City, Kamis (6/11). Acara yang digelar hingga 9 November ini menargetkan lebih dari 5.000 pengunjung profesional dan menghadirkan 200 brand peserta dari sembilan negara.
Ajang yang diselenggarakan oleh MMI Asia Pte. Ltd., bagian dari Messe München GmbH, ini menjadi wadah pertemuan para pelaku industri untuk berbagi inovasi dan menjalin kerja sama bisnis. Peserta datang dari berbagai negara, di antaranya China, Jerman, Jepang, Singapura, Italia, Korea Selatan, dan Malaysia, serta tampil dalam paviliun internasional seperti Singapore Pavilion dan China Pavilion.
Sejumlah pemain besar lokal ikut ambil bagian, seperti PT Asahimas Flat Glass Tbk, MAGI Glass, PT Muliaglass, Himalaya Abadi, dan Pelitamaju Facades. Pameran ini juga menarik perhatian delegasi bisnis dari Malaysia, Filipina, Taipei, Thailand, dan Singapura untuk memperluas jejaring industri kawasan.
Acara pembukaan dipimpin oleh Wakil Menteri Pekerjaan Umum Diana Kusumastuti. Ia menegaskan pentingnya inovasi dan efisiensi dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.
“Pemerintah berkomitmen mempercepat inovasi industri serta memprioritaskan pembangunan berkelanjutan atau green infrastructure, efisiensi energi, dan sirkularitas material agar sejalan dalam mendukung fondasi Indonesia Emas,” ujarnya.

GAFA Sebagai Platform Kolaborasi Lintas Negara
Michael Wilton, CEO MMI Asia, menyebut GAFA sebagai platform penting untuk mendorong kolaborasi lintas negara.
“Glasstech Asia & Fenestration Asia mempertemukan ahli dan pelaku bisnis di industri kaca dan fasad. Tujuan kami adalah mendorong kolaborasi agar teknologi cerdas dan berkelanjutan bisa lebih cepat diadopsi di Asia Tenggara,” katanya.
Sementara itu, Rafidi Iqra Muhamad, Direktur PT Debindo Global Expo, menilai kehadiran GAFA di Indonesia menjadi langkah strategis bagi penguatan industri lokal.
“Kehadiran GAFA selaras dengan momentum pemerintah memperkuat industri kaca, aluminium, dan fasad. Kami berharap pameran ini bisa menjawab kebutuhan industri dan memperluas kolaborasi,” ujarnya.
Selama empat hari, GAFA 2025 akan menampilkan berbagai teknologi baru seperti smart glass dan fasad hemat energi. Rangkaian acara juga mencakup Asia Façade & Glass Conference, Innovation Pitching Forum, serta Facade Design Competition.
Pameran ini didukung oleh BAU Network, Singapore Glass Association, Glass Alliance, Asosiasi Kaca Lembaran dan Pengaman Indonesia (AKLP), dan PERAFI, yang bersama-sama mendorong sinergi inovasi industri kaca di kawasan Asia Tenggara.




