Konstruksi Media – Emiten properti PT Intiland Development Tbk (DILD) resmi melebarkan sayap ke lini bisnis pusat data (data center). Langkah strategis ini dilakukan guna memperkuat struktur pendapatan perusahaan melalui kolaborasi dengan mitra teknologi berpengalaman.
Sekretaris Perusahaan DILD, Theresia Rustandi, mengungkapkan bahwa ekspansi ini dijalankan melalui pembentukan perusahaan patungan (joint venture) antara anak usaha DILD, PT Intiland Alfa Rendita (IAR), dengan ION Network.
Keduanya telah mendirikan entitas baru bernama PT Inti Arunika Persada (IAP) yang khusus dikembangkan untuk memberikan layanan pusat data.
“Porsi kepemilikan saham masing-masing pihak adalah sebesar 50%,” ujar Theresia dalam keterbukaan informasi, dikutip Minggu (15/2/2026).
Sinergi Properti dan Teknologi Digital
Theresia menjelaskan bahwa pembentukan perusahaan data center ini merupakan langkah sinergi untuk menyatukan kekuatan kedua belah pihak. Intiland membawa pengalaman panjang dalam pengembangan properti terpadu dan pengelolaan aset strategis.
Baca juga: Intiland Jadi Pemrakarsa Proyek Perumahan Pejabat di IKN Senilai Rp2,8 Triliun
Di sisi lain, ION Network dikenal memiliki rekam jejak kuat dalam pengembangan teknologi dan infrastruktur digital. Berdasarkan data resmi, ION Network telah menjangkau Pulau Jawa hingga Bali, Bangka, dan Medan dengan total kabel serat optik mencapai 71.000 km dan 700 ribu homepass.
Performa Keuangan DILD
Ekspansi ini diharapkan dapat menambah pundi-pundi pendapatan perseroan di luar lini bisnis utama. Selama ini, sumber pemasukan DILD didominasi oleh:
- Penjualan Perumahan dan Kawasan Industri.
- Apartemen (High Rise).
- Sewa Perkantoran dan Hotel.
Hingga September 2025, DILD tercatat membukukan pendapatan sebesar Rp1,69 triliun. Kontribusi terbesar berasal dari penjualan properti yang mencapai Rp1 triliun, disusul oleh pendapatan usaha sebesar Rp697,70 miliar.
Sebagai informasi, per Januari 2025, Hendro S. Gondokusumo tercatat sebagai penerima manfaat akhir kepemilikan saham DILD. Saat ini, jumlah saham beredar mencapai 10,36 miliar lembar dengan porsi kepemilikan masyarakat (free float) sebesar 39%. (***)



