Gathering BEA 2026, Toshiba Pamer Strategi Lift Generasi Baru
PT Toshindo Elevator Utama menegaskan komitmennya menghadirkan lift berbasis IoT dan sistem keselamatan mutakhir dalam Gathering BEA Indonesia 2026 di Jakarta, sekaligus menyoroti pentingnya perawatan jangka panjang gedung.
Konstruksi Media — Gathering Building Engineering Association (BEA) Indonesia 2026 yang digelar di Jakarta menjadi ajang strategis bagi pelaku industri bangunan untuk membahas transformasi teknologi gedung, termasuk sektor transportasi vertikal.
Salah satunya yakni PT Toshindo Elevator Utama, sebagai salah satu pemain senior industri lift nasional dengan brand Toshiba, menegaskan komitmennya dalam menghadirkan sistem lift yang semakin cerdas, aman, dan berorientasi pada layanan jangka panjang.
Direktur PT Toshindo Elevator Utama, Arie Setijanto, mengungkapkan bahwa perusahaan yang telah berdiri sejak awal 1990-an ini terus mengikuti perkembangan teknologi global, termasuk penerapan Internet of Things (IoT) dan kecerdasan buatan (AI) dalam sistem lift.
“Sekarang bukan hanya soal menjual lift, tapi bagaimana memastikan lift itu bisa dirawat dengan baik dan beroperasi optimal selama puluhan tahun,” ata Arie kepada Konstruksi Media di sela Gathering BEA Indonesia 2026, Jakarta.

Menurutnya, melalui teknologi IoT, kinerja lift dapat dipantau secara real time, mulai dari jumlah perjalanan naik-turun, frekuensi buka-tutup pintu, hingga suhu dan kecepatan mesin. Data tersebut dapat diakses langsung melalui ponsel untuk mendukung perawatan preventif.
“Dengan sistem ini, potensi gangguan bisa terdeteksi lebih awal sebelum terjadi kerusakan serius,” jelasnya.
Arie juga menekankan pentingnya aspek keselamatan, khususnya dalam kondisi darurat seperti mati listrik atau gempa bumi. Ia menjelaskan bahwa setiap unit lift Toshindo telah dilengkapi Auto Rescue Device (ARD), sensor gempa, hingga sistem ventilasi dan lampu darurat.
“Dalam kondisi blackout, lift akan otomatis berhenti di lantai terdekat dan pintu terbuka. Keselamatan penumpang adalah prioritas utama kami,” bebernya.
Lebih jauh, Arie menilai forum BEA Indonesia menjadi ruang penting bagi para building engineer untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor, terutama dalam menghadapi era digital engineering.
“Teknologi itu penting, tapi ujungnya tetap pada kemampuan kita bagaimana merawatnya. Di industri lift, maintenance adalah kunci. Hubungan kami dengan klien itu bukan jangka pendek, tapi bisa 17 sampai 20 tahun,” tutupnya.




