InfrastrukturNews

Gantikan Bambu, Anies Baswedan Resmikan Jembatan Titian Persatuan di Karanganyar

Jembatan gantung sepanjang 55 meter ini diresmikan langsung oleh Anies Baswedan selaku penggerak inisiatif Aksi Bersama.

Konstruksi Media – Warga Dusun Gembreng, Desa Sambirejo dan Kampung Klotok kini bisa bernapas lega. Penantian panjang selama tiga dekade untuk memiliki akses yang aman akhirnya terwujud dengan diresmikannya Jembatan Titian Persatuan Karanganyar, Jumat (30/1).

Jembatan gantung sepanjang 55 meter ini diresmikan langsung oleh Anies Baswedan selaku penggerak inisiatif Aksi Bersama. Kehadiran jembatan ini menggantikan jembatan bambu non-permanen yang selama 30 tahun menjadi tumpuan warga meski kondisinya membahayakan.

“Membentang, menyambungkan dua seberang, menghadirkan jalan pulang,” ujar Anies Baswedan mengutip pesan menyentuh dari warganet saat memberikan sambutan di lokasi.

Baca Juga:

Tatap 2026, Bumi Karsa Siapkan Strategi “Grow Beyond Expectations” Lewat BIM dan ESG

Hasil Gotong Royong dan Tanah Wakaf

Pembangunan jembatan yang membentang 20 meter di atas permukaan sungai ini tidak hanya sekadar proyek infrastruktur, melainkan hasil kolaborasi erat. Menariknya, pondasi jembatan ini berdiri di atas tanah wakaf yang diwasiatkan pemiliknya demi kemaslahatan warga sekitar.

Partisipasi aktif terlihat dari keterlibatan Karang Taruna hingga masyarakat umum yang bahu-membahu dalam proses pembangunan. Iswanto, salah satu warga setempat, merasakan perbedaan drastis antara jembatan baru ini dengan jembatan bambu lama yang biasanya diperbaiki swadaya setiap Agustus.

“Selisih dari jembatan lama dengan jembatan baru sangat jauh, lebih tinggi dan juga lebih aman,” komentar Iswanto.

Jembatan Titian Persatuan
Jembatan Titian Persatuan diproyeksikan menjadi urat nadi baru bagi mobilitas anak sekolah dan petani. Dok.ist

Lebih dari Sekadar Infrastruktur fisik

Jembatan Titian Persatuan ini diproyeksikan menjadi urat nadi baru bagi mobilitas anak sekolah dan petani. Perwakilan Teman Aksi Bersama Solo Raya menekankan bahwa jembatan ini adalah simbol “Harapan Anyar” agar orang tua tidak lagi cemas saat melepas anak-anak mereka bersekolah, terutama di musim penghujan.

“Alhamdulillah jembatan Aksi Bersama Karanganyar sudah dicoba masyarakat,” tambah Itong, salah satu warga yang turut hadir dengan antusias.

Baca Juga:

Kelola Operasional Regional, CASS Chandra Asri Siap Dukung Kinerja Aster

Setelah diresmikan, rencananya akan digulirkan program Community Development (comdev) untuk memastikan dampak pembangunan ini berkelanjutan bagi ekonomi dan sosial warga. Jembatan ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara warga, donatur, dan inisiator mampu melahirkan solusi konkret bagi kebutuhan infrastruktur pedesaan.

Artikel Terkait

Back to top button
Chat WhatsApp

HUBUNGI KAMI

👑 Berlangganan Artikel Premium 📰 Iklan Display Produk (Majalah dan Website) 📣 Liputan Khusus
Banner Kiri
Banner Kanan