Konstruksi Media – Pembangunan akses menuju ruas Tol Jakarta–Tangerang KM 25 menuju Paramount Petals yang berada di Desa Kadu, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, Banten kini memasuki tahap akhir. Proyek ini ditargetkan mulai beroperasi pada pertengahan tahun 2026 setelah melalui serangkaian uji kelayakan.
Direktur Manajemen Projek Paramount Land, Cok Putra Tri Utama, mengatakan bahwa saat ini pembangunan exit tol tersebut sedang memasuki tahap persiapan untuk Uji Laik Fungsi (ULF) dan Uji Laik Operasi (ULO).
“Jika proses ULF dan ULO berjalan lancar, modifikasi pintu tol yang berada di koridor Jakarta–Merak ditargetkan sudah mulai beroperasi pertengahan tahun ini atau dalam beberapa bulan ke depan,” ujar Putra kepada awak media, Kamis (5/3/2026).
Kehadiran akses tol baru ini dinilai tidak hanya mendukung pengembangan kawasan, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Jalan tol memiliki potensi besar sebagai instrumen investasi bagi pelaku usaha nasional maupun global. Infrastruktur ini juga dinilai mampu meningkatkan nilai properti di wilayah yang dilintasi serta memperkuat aktivitas ekonomi.
Selain itu, keberadaan jalan tol dapat mempercepat arus barang dan jasa, meningkatkan mobilitas tenaga kerja, serta mendorong perkembangan sektor properti, perdagangan, hingga UMKM.
“Tren ini menunjukkan bagaimana pembangunan infrastruktur menjadi variabel strategis dalam membentuk pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru,” jelas Putra.
Direktur Paramount Land, Norman Daulay, menambahkan bahwa pembangunan akses tol ini akan memperluas konektivitas wilayah Tangerang dan mempermudah mobilitas masyarakat menuju Bandara Soekarno-Hatta, kawasan Benda, hingga Kota Tangerang.
Baca juga: Tol KM 25 dan Lompatan Baru Barat Jakarta: Paramount Petals Menuju Simpul Pertumbuhan Regional
Exit tol tersebut nantinya akan dilengkapi tiga gerbang tol yang melayani arus kendaraan dari Jakarta menuju Paramount Petals dan Jalan Pasir Randu. Selain itu, terdapat tiga gerbang tol lainnya untuk arus kendaraan dari Paramount Petals menuju Jakarta.
Pembangunan akses tol ini merupakan modifikasi jalur sepanjang sekitar 10 kilometer, termasuk pembangunan jembatan layang yang menghubungkan akses keluar-masuk tol menuju kawasan Paramount Petals.
Dengan adanya akses tol baru ini, diperkirakan kepadatan lalu lintas di kawasan sekitar dapat berkurang sekitar 10 hingga 15 persen dari total mobilitas kendaraan yang mencapai sekitar 19.000 kendaraan per hari.
“Sejauh ini pembangunan akses tol langsung Jakarta–Tangerang berjalan tepat waktu sesuai komitmen sejak peletakan batu pertama pada Juli tahun lalu,” kata Norman.
Selain mengurangi kemacetan, akses tol tersebut juga diyakini dapat meningkatkan perekonomian masyarakat di wilayah sekitar Bitung, Curug, dan Tangerang Raya, serta mengurangi beban lalu lintas di Jalan Raya Pantura, Jalan Raya Serang, dan Jalan Raya Curug.
Menurutnya, keberadaan akses tol Jakarta–Tangerang KM 25 juga membuka prospek investasi jangka panjang, terutama karena peningkatan nilai properti dan pertumbuhan bisnis kawasan yang semakin pesat.
“Berdasarkan riset, akses tol langsung Jakarta–Tangerang KM 25 diyakini akan memberikan berbagai dampak positif, mulai dari mendorong pertumbuhan ekonomi lokal hingga membuka aksesibilitas baru menuju kawasan Tangerang Raya,” tutupnya. (***)




