Everlasting Design: Gaya Jepang Rasa Lokal dalam Kolaborasi HDII dan Miratap
Industri beralih ke filosofi "Everlasting Design" yang mengedepankan keseimbangan antara fungsionalitas, integritas material.
Konstruksi Media – Tren desain interior di Indonesia tahun 2026 mulai meninggalkan konsep estetika yang bersifat sementara. Kini, industri beralih ke filosofi “Everlasting Design” yang mengedepankan keseimbangan antara fungsionalitas, integritas material, dan daya tahan jangka panjang.
Menjawab tantangan tersebut, miratap Indonesia resmi menjalin kolaborasi strategis dengan Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII) Jakarta. Kemitraan ini bertujuan menyatukan sentuhan minimalis khas Jepang dengan elemen organik khas Indonesia untuk menghasilkan ruang yang tidak lekang oleh waktu.
Marketing Advisor PT Hou-Tech Trading (HTT), Yasuyuki Nakanishi, menyebut bahwa momentum ini adalah upaya menanamkan elemen yang tepat ke dalam desain dan kreativitas para profesional di tanah air.
“Ini bukan sekadar memperkenalkan produk, melainkan tentang menanamkan elemen yang tepat ke dalam desain dan kreativitas,” ujar Nakanishi dalam keterangan resmi, Jumat (13/2).
Baca Juga:
Peneliti ITS Sebut Tanah Bergerak di Tegal dan Semarang Berpotensi Longsor
Transformasi Selera Konsumen Indonesia

Ketua HDII Jakarta, Aria Sradha, mengamati adanya perubahan besar pada definisi kualitas di mata klien. Saat ini, konsumen tidak lagi hanya terpaku pada keindahan visual semata.
“Klien tidak lagi hanya bertanya tentang tampilan yang menarik, tetapi juga menuntut fungsionalitas dan daya tahan yang dapat bertahan hingga puluhan tahun. Kami melihat miratap sebagai merek yang dapat kami andalkan,” jelas Aria.
Senada dengan hal itu, Principal Designer Colony Design, Eric Swidja, menyoroti relevansi material stainless steel milik miratap dalam menghadapi kondisi iklim di Indonesia. “Berdasarkan riset kami, produk berbahan stainless steel menunjukkan tren peningkatan di Indonesia. Sebagai merek asal Jepang, miratap sangat relevan dalam menjawab kebutuhan tersebut,” ungkap Eric.
Presisi dan Keberlanjutan

Bagi Muhammad Sagitha, Principal Designer ArMSchitecture, kualitas produk miratap adalah hasil dari konsistensi manufaktur Jepang. Ia menilai presisi tinggi menjadi faktor kunci sebuah produk bisa disebut timeless.
Baca Juga:
Jababeka Bangun Pabrik Mini LNG Pertama di Jawa, Nilai Investasi Rp284 Miliar
“Produk impor Jepang seperti miratap menunjukkan presisi tinggi, fokus kuat pada kualitas, serta desain yang mampu bertahan melampaui waktu,” tutur Sagitha.
Melalui kolaborasi ini, miratap berkomitmen untuk terus mendukung para arsitek dan desainer interior Indonesia dalam menciptakan ruang yang berharga, fungsional, dan tahan terhadap perubahan zaman.




