INFOJalanNews

Enam Tahun Terakhir, Indonesia Bangun 1.385 Km Jalan Tol dan Percepat Konektivitas Nasional

Dari total tersebut, sembilan ruas sepanjang 308,70 kilometer dijadwalkan mulai beroperasi pada 2026.

Konstruksi Media – Indonesia tengah berada dalam fase akselerasi pembangunan infrastruktur jalan tol. Berdasarkan data Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum (PU), sepanjang periode 2020 hingga 2026 pemerintah berhasil menambah panjang jalan tol operasional mencapai 1.385,03 kilometer. Dari total tersebut, sembilan ruas sepanjang 308,70 kilometer dijadwalkan mulai beroperasi pada 2026.

Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PU, Roy Rizali Anwar, menyebut capaian ini mencerminkan pergeseran paradigma konektivitas nasional yang semakin agresif dan terarah.

“Ruas-ruas baru ini menambah total kumulatif jalan tol operasional menjadi 1.385,03 kilometer sejak tahun 2020,” ujar Roy.

Lonjakan Pembangunan Dua Periode

Untuk melihat skala pembangunan secara utuh, capaian enam tahun terakhir perlu dibandingkan dengan periode sebelumnya.

  • Periode 2014–2020: Fondasi Konektivitas
    Pada awal pemerintahan Presiden ke-7 RI Joko Widodo, fokus pembangunan tol diarahkan untuk menyambungkan ruas-ruas yang sebelumnya terputus atau mangkrak. Dalam rentang 2014 hingga pertengahan 2020, sekitar 1.500 kilometer jalan tol berhasil dibangun dan dioperasikan. Penyelesaian Jalan Tol Trans Jawa dari Jakarta hingga Surabaya menjadi tonggak penting dalam sejarah transportasi darat nasional.
  • Periode 2020–2026: Ekspansi dan Penetrasi Wilayah
    Memasuki periode 2020 hingga 2026, laju pembangunan tol tidak melambat meski sempat terdampak pandemi Covid-19. Justru, pembangunan meluas ke luar Pulau Jawa dengan fokus utama pada penuntasan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS), konektivitas menuju Ibu Kota Nusantara (IKN), serta penguatan jalur logistik di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Dalam periode ini, sepanjang 1.385,03 kilometer jalan tol berhasil dibangun dan dioperasikan, menandai fase ekspansi konektivitas nasional yang lebih merata.

Total Panjang Jalan Tol Nasional

Berdasarkan data kumulatif Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) dan Kementerian PU, total panjang jalan tol operasional Indonesia hingga akhir 2026 diperkirakan menembus lebih dari 3.500 kilometer. Sejak 2020, laju pertumbuhan pembangunan jalan tol rata-rata mencapai sekitar 230 kilometer per tahun.

Baca juga: Jalan Tol Aspal vs Beton: Ini Perbedaan, Fungsi, dan Kelebihannya

Khusus pada 2026, pemerintah menargetkan pengoperasian 308,70 kilometer jalan tol baru di berbagai wilayah strategis.

Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi V DPR RI, Roy menjelaskan bahwa percepatan pembangunan ini ditopang oleh kombinasi kebijakan dan inovasi teknis. Jalan tol kini tidak hanya menghubungkan kota ke kota, tetapi langsung terintegrasi dengan pelabuhan, bandara, dan kawasan industri, seperti Tol Akses Bandara Kediri serta Tol Serang–Panimbang.

Selain mengandalkan APBN, pemerintah juga mengoptimalkan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) serta penugasan BUMN. Digitalisasi manajemen proyek turut berperan besar dalam memangkas waktu konstruksi di lapangan.

9 Ruas Tol Strategis Beroperasi pada 2026

Capaian pembangunan enam tahun terakhir ditutup dengan pengoperasian sembilan ruas tol strategis pada 2026, antara lain:

  • Tol Trans Sumatera, meliputi Ruas Betung–Jambi dan Kayu Agung–Palembang–Betung
  • Tol Trans Jawa, termasuk Tol Solo–Yogyakarta–YIA, Tol Yogyakarta–Bawen, dan Jalan Tol Jakarta–Cikampek II Selatan
  • Tol Probolinggo–Banyuwangi
  • Tol Serang–Panimbang

Dengan tambahan 1.385 kilometer jalan tol dalam enam tahun terakhir, Indonesia kini memiliki tulang punggung konektivitas ekonomi yang semakin kokoh. Jika pada 2014 panjang jalan tol nasional masih berada di kisaran 800 kilometer sejak era Orde Baru, maka dalam kurun 12 tahun terakhir, panjang jaringan tersebut telah meningkat hingga hampir empat kali lipat.

Perkembangan ini menegaskan peran infrastruktur jalan tol sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi, pemerataan pembangunan wilayah, serta penguatan daya saing nasional di tengah dinamika global. (***)

Artikel Terkait

Back to top button
Chat WhatsApp

HUBUNGI KAMI

👑 Berlangganan Artikel Premium 📰 Iklan Display Produk (Majalah dan Website) 📣 Liputan Khusus
Banner Kiri
Banner Kanan