
Enam Tahun BP Tapera Berkarya: 6agah Melangkah, 6igih Berkarya, dan 6emilang untuk Hunian
Telah menyalurkan dana FLPP kepada MBR sebanyak 655.300 unit rumah subsidi dengan total nilai Rp76,04 triliun.
Konstruksi Media – BP Tapera merayakan enam tahun perjalanannya dalam menjaga amanah untuk menyediakan hunian layak bagi masyarakat Indonesia. Dengan semangat MULIA (Melayani dengan hati, Unggul, Loyal, Inovatif, dan Adaptif), BP Tapera terus menghadirkan inovasi serta memperkuat peranannya dalam ekosistem pembiayaan perumahan.
Sejak 2021 hingga 2024, BP Tapera telah menyalurkan pembiayaan perumahan subsidi bagi peserta Tapera (PNS) sebanyak 19.267 unit rumah senilai Rp3,02 triliun. Sebagai Operator Investasi Pemerintah (OIP), BP Tapera juga telah menyalurkan dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) kepada Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) sebanyak 655.300 unit rumah subsidi dengan total nilai Rp76,04 triliun.
Realisasi KPR Subsidi 2025
Per 1 Januari – 21 Maret 2025, BP Tapera telah merealisasikan KPR Subsidi sebanyak 90.779 unit rumah subsidi, yang terdiri dari:
- 55.186 unit dalam proses pembangunan hingga akad,
- 35.593 unit rumah yang telah tersalurkan melalui skema KPR Subsidi FLPP dan Tapera.
Jika dihitung sejak 20 Oktober 2024 – 21 Maret 2025, total realisasi KPR Subsidi mencapai 133.891 unit rumah, dengan rincian:
- 62.572 unit dalam proses hingga akad,
- 71.319 unit rumah telah tersalurkan sebagai KPR Subsidi.
Mengurangi Backlog Perumahan
Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho, menegaskan komitmen lembaganya dalam mengurangi backlog perumahan di Indonesia. Berdasarkan survei Susenas 2023, backlog perumahan secara kuantitatif mencapai 9,9 juta rumah tangga dan secara kualitatif mencapai 26,9 juta rumah tangga. Dari angka tersebut, 4,5 juta rumah tangga mengalami kedua jenis backlog sekaligus—tidak memiliki rumah dan tinggal di hunian yang tidak layak.
Sebanyak 83%-86% backlog perumahan berada di kelompok berpendapatan rendah, dengan konsentrasi utama di wilayah perkotaan (78,87%). Oleh karena itu, BP Tapera terus mendorong penguatan kelembagaan, terobosan dalam pembiayaan perumahan, serta optimalisasi dana jangka panjang guna mengurangi beban fiskal pemerintah.
Heru Pudyo Nugroho juga mengajak seluruh pemangku kepentingan, termasuk bank penyalur FLPP dan Tapera, asosiasi pengembang perumahan, serta seluruh pihak yang terlibat dalam ekosistem perumahan, untuk terus berkolaborasi. “Mari kita bergandengan tangan agar rumah layak huni dan terjangkau dapat tersedia bagi masyarakat berpenghasilan rendah,” ujarnya.
Pengumuman Libur Contact Center Salam Tapera 156
BP Tapera juga mengumumkan bahwa Contact Center Salam Tapera 156 tidak akan beroperasi selama periode libur nasional dan cuti bersama Idul Fitri, yaitu pada 28 Maret – 7 April 2025. Layanan akan kembali aktif pada Selasa, 8 April 2025, dengan jam operasional Senin – Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB.
Pada 2024, Contact Center Salam Tapera 156 berhasil menangani 95% pengaduan dengan tingkat kepuasan layanan mencapai 91,92% (sangat puas). Sepanjang tahun tersebut, terdapat 10.764 laporan, terdiri dari 2.988 pengaduan dan 7.776 permintaan informasi.
Dengan semangat 6agah Melangkah, 6igih Berkarya, dan 6emilang untuk Hunian, BP Tapera terus berkomitmen untuk memberikan solusi perumahan bagi masyarakat Indonesia. (***)