NewsTeknologi

EITA Perluas Jejak di Industri Data Center

Kebutuhan infrastruktur kelistrikan dan sistem bangunan terus bergerak seiring pesatnya pertumbuhan pusat data di Indonesia.

Konstruksi Media – Kebutuhan infrastruktur kelistrikan dan sistem bangunan terus bergerak seiring pesatnya pertumbuhan pusat data di Indonesia. Ruang-ruang server yang harus menyala tanpa henti menuntut sistem yang presisi, andal, dan siap dipantau setiap saat.

Gambaran itu mengemuka dalam Gathering Building Engineers Association (BEA) Jawa Barat 2026 yang digelar di Bandung pada pekan lalu.

Dalam forum tersebut, Senior Product Manager Furutec, Muhammad Rizki Abdilla, menjelaskan arah strategi perusahaan yang berada di bawah naungan EITA, khususnya dalam menjawab kebutuhan industri data center.

Baca Juga:

Investor Bidik Cikarang–Karawang, Ingin Bangun Raksasa Data Center

Rizki sekaligus meluruskan persepsi yang selama ini berkembang di pasar terkait identitas produk EITA. Menurutnya, rekam jejak global grup EITA masih kerap tertutup oleh nama brand lain yang lebih dulu dikenal.

“Jadi induk perusahaan kita itu Eita. Orang selama ini mengenalnya Schneider, padahal ini 100 persen punya eita. Sudah puluhan hingga ratusan ribu produk ter-install overseas,” ujar Rizki kepada Konstruksi Media di sela-sela acara.

“Sehingga kalo kita ganti nama Eita itu akan cukup sulit. Semakin ke sini Eita makin besar, kita punya brand lain seperti Furutec,” tambahnya.

Fokus Masuk ke Proyek Data Center

Menurut Rizki, EITA melalui mulai memperkuat posisi di sektor digital. Industri data center menjadi salah satu fokus utama, seiring meningkatnya kebutuhan infrastruktur pendukung ekonomi digital nasional.

Batam menjadi wilayah strategis yang kini disorot perusahaan. Kawasan tersebut dinilai berkembang pesat sebagai pusat data regional dengan kebutuhan sistem kelistrikan dan bangunan berstandar tinggi.

“Proyek digital kita ada di Batam. Produksi dan instalasi tidak hanya gedung, tapi di luar hingga rooftop. Sampai kita lagi approach data hallnya,” ungkapnya.

Baca Juga:

JLL Prediksi Pasar Konstruksi Modular Data Center Tembus Rp750 Triliun di 2030

EITA
EITA hadir dalam acara BEA Jawa Barat 2026. Dok.Konstruksi Media

After Sales dan Sistem Monitoring Jadi Kunci

Tak hanya soal penyediaan perangkat, Rizki menekankan pentingnya layanan purna jual sebagai faktor utama kepercayaan klien. Dalam konteks data center, kehadiran tim teknis yang responsif menjadi kebutuhan mutlak.

“Banyak perusahaan percaya ama kita di after sale. Apapun yang mereka butuh kita hadir,” tegasnya.

Ia juga menyoroti tantangan teknis dalam menjaga operasional data center yang harus berjalan tanpa gangguan. Monitoring sistem kelistrikan menjadi bagian krusial dalam memastikan keandalan fasilitas.

“Data center itu kan server tidak boleh mati. Jadi kita harus bisa memonitor mulai dari power vector dan arusnya harus dimonitor terus,” tutup Rizki.

 

Artikel Terkait

Back to top button
Chat WhatsApp

HUBUNGI KAMI

👑 Berlangganan Artikel Premium 📰 Iklan Display Produk (Majalah dan Website) 📣 Liputan Khusus
Banner Kiri
Banner Kanan