Dukung Ketahanan Pangan, Kementerian PU Mulai Alirkan Air ke Irigasi Jambo Aye Aceh
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mulai memulihkan layanan pertanian di Provinsi Aceh pascabencana hidrometeorologi.
Konstruksi Media – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mulai memulihkan layanan pertanian di Provinsi Aceh pascabencana hidrometeorologi. Hal ini ditandai dengan keberhasilan uji coba pengaliran air di Daerah Irigasi (DI) Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara, pada 31 Januari 2026, guna memastikan aktivitas persawahan warga kembali normal.
Menteri PU, Dody Hanggodo, menyatakan bahwa pemulihan infrastruktur sumber daya air merupakan prioritas utama, mengingat wilayah tersebut merupakan salah satu sentra produksi pangan nasional. Menurutnya, respons cepat diperlukan agar para petani tidak kehilangan mata pencahariannya dalam waktu lama.
“Irigasi adalah tulang punggung pertanian. Begitu terjadi gangguan, harus segera ditangani agar saluran kembali berfungsi optimal,” ujar Menteri Dody dalam keterangannya, dikutip Rabu (4/2).
Baca Juga:
Saat Pramono Putuskan Bangun Flyover untuk Atasi Banjir Daan Mogot
Normalisasi Saluran Sepanjang 15 Kilometer

Sistem irigasi Jambo Aye yang memiliki luas layanan hingga 19.473 hektare ini sempat lumpuh total sejak 26 November 2025 akibat terjangan bencana. Kerusakan terjadi pada bangunan utama bendung, jaringan irigasi, serta tertutupnya saluran oleh material sedimen banjir.
Kementerian PU melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I Aceh kemudian mengerahkan 9 unit alat berat untuk melakukan pembersihan intensif pada kantong lumpur dan saluran primer. Dalam uji coba terbaru, air dilaporkan telah berhasil mengalir melalui saluran primer sepanjang 15 kilometer (dari BJA 0 hingga BJA 5).
Upaya ini menjadi angin segar bagi para petani di Kecamatan Langkahan dan sekitarnya yang sangat bergantung pada suplai air dari Sungai Jambo Aye (Arakundo). Kementerian PU berkomitmen untuk terus memantau stabilitas jaringan irigasi tersebut hingga seluruh area persawahan terairi dengan sempurna.




