Dua Tim Khusus Kemen PU Dikerahkan ke Aceh, Ini Fokus Utamanya
Kementerian PU mengerahkan 2 tim khusus ke Pidie dan Pidie Jaya yang membawa Mobil Tangki Air terisi penuh, Hidran Umum, dan toilet portabel untuk menjamin layanan dasar pengungsi.
Konstruksi Media – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengerahkan dua tim tanggap darurat ke Provinsi Aceh untuk membantu pemulihan layanan dasar bagi warga terdampak banjir dan tanah longsor di Kabupaten Pidie, Pidie Jaya, dan Bireuen. Pengerahan dilakukan segera setelah akses jalan di wilayah tersebut kembali terbuka bertahap.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan, dukungan pemerintah pusat sangat krusial pada masa tanggap darurat untuk menjamin kesehatan dan kenyamanan masyarakat.
“Prinsip kami adalah memastikan masyarakat terdampak mendapatkan layanan dasar yang layak dan aman selama masa tanggap darurat,” ujarnya, dalam keterangan resminya yang diterima, Senin (1/12/2025).
Baca Juga:
119 Ribu Jiwa Terdampak Banjir di 16 Kabupaten/Kota Aceh
Dua tim tersebut berada di bawah Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan (BPBPK) Aceh, dengan tugas utama menjamin ketersediaan air bersih dan fasilitas sanitasi di titik-titik pengungsian.
Seluruh Mobil Tangki Air (MTA) dan Hidran Umum (HU) dikirim dalam kondisi terisi penuh untuk memenuhi kebutuhan vital sejak awal.
Tugas Dua Tim Khusus Kemen PU di Aceh

Tim 1 diturunkan ke Kabupaten Pidie Jaya dengan 10 personel. Tim ini mengoperasikan 12 unit HU, 4 unit mobil tangki air, 3 unit toilet portabel, serta 1 unit truk sedot tinja untuk memastikan sanitasi tetap higienis.
Sementara itu, Tim 2 bertugas di Kabupaten Pidie dengan 8 personel. Dukungan yang diberikan mencakup 6 unit HU, 2 unit mobil tangki air, dan 2 unit toilet portabel bagi pengungsi di wilayah tersebut.
Baca Juga:
Nindya Karya Kerahkan Bantuan ke Sumatera, ini Detailnya
Menteri Dody menegaskan bahwa Kementerian PU akan terus memantau perkembangan di lapangan dan siap menambah dukungan sesuai kebutuhan.
Program ini merupakan bagian dari pelaksanaan ASTA CITA Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat layanan dasar masyarakat.




