HSEInfrastrukturK3Konstruksi BerkelanjutanNewsProfilSustainability

DSI Raih Penghargaan Best QHSE Proyek Kataraja 

Pendekatan ini menjadi bagian dari transformasi budaya keselamatan yang lebih humanis dan aplikatif.

Konstruksi Media — Komitmen terhadap Quality, Health, Safety, and Environment (QHSE) menjadi fondasi utama keberhasilan PT Delta Systech Indonesia (DSI) dalam menjalankan proyek infrastruktur strategis berisiko tinggi.

Dalam proyek yang melibatkan pekerjaan di atas ruas aktif PT PP (Persero) Tbk dan melintasi Jalan Tol Sedyatmo dengan lalu lintas harian rata-rata lebih dari 200 ribu kendaraan, standar keselamatan diterapkan tanpa kompromi.

Direktur Operasi PT Delta Systech Indonesia, Edhi Mahanani, mengatakan bahwa keselamatan bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan budaya kerja yang harus hidup di setiap lini proyek.

“PT DSI sudah mempunyai SOP yang detail untuk setiap tahapan pekerjaan, dan ini kami integrasikan dengan Manajemen Risiko Keselamatan Konstruksi melalui identifikasi bahaya (HIRARC) untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja,” ujar Edhi Mahanani saat dihubungi Konstruksi Media, Jumat, (13/02/2026).

Dia menambahkan, perusahaan menerapkan

DSI
DSI Raih Penghargaan Best QHSE. Dok. Ist

 terutama pada area berisiko tinggi seperti saat pekerjaan form traveller crossing di atas jalan tol aktif. Seluruh prosedur keselamatan dipastikan selaras dengan HSE Plan yang telah disepakati bersama PT PP (Persero) Tbk sebagai kontraktor utama.

Tak hanya mengandalkan prosedur tertulis, PT DSI juga menghadirkan inovasi QHSE unggulan melalui program HSE Induction Dinamis. Program ini dirancang sebagai pelatihan berkelanjutan yang disesuaikan dengan tingkat risiko pekerjaan di lapangan. Mengingat proyek berada tepat di atas jalur aktif Jalan Tol Sedyatmo, perusahaan menerapkan sistem proteksi berlapis untuk mencegah potensi jatuhnya material yang dapat membahayakan pengguna jalan di bawahnya.

Dalam implementasinya, PT DSI mengembangkan sistem pengawasan berlapis yang menyinergikan tim HSE internal dengan mekanisme pengawasan bersama melalui Joint Safety Inspection. Pendekatan ini memastikan tidak ada standar yang “abu-abu” di lapangan.

Budaya keselamatan juga diperkuat melalui personalisasi pendekatan, seperti pelaksanaan toolbox meeting sebelum shift dimulai dan pemberian penghargaan Safety Man of the Month bagi pekerja paling disiplin atau yang aktif melaporkan potensi bahaya (near miss).

Selain itu, visualisasi bahaya dan simulasi tanggap darurat dilakukan secara berkala agar prosedur keselamatan menjadi refleks, bukan sekadar teori. Rambu-rambu dengan desain kontras dipasang untuk memastikan seluruh pekerja, dengan berbagai latar belakang pendidikan, dapat memahami risiko secara cepat dan tepat.

Pendekatan ini menjadi bagian dari transformasi budaya keselamatan yang lebih humanis dan aplikatif.

Edhi Mahanani menekankan, sejumlah lesson learned dari proyek ini kini menjadi standar operasional baru bagi PT DSI dalam menangani proyek infrastruktur strategis ke depan.

DSI
DSI Raih Penghargaan Best QHSE. Dok. Ist

Zero rework policy membuktikan bahwa kesalahan kecil pada pekerjaan struktur dapat berdampak fatal pada jadwal dan biaya. Karena itu kami mewajibkan pre-installation checklist yang harus disetujui sebelum pekerjaan dimulai,” jelasnya.

PT DSI juga menerapkan double layer protection untuk mitigasi risiko di jalur aktif, Fatigue Management System melalui pengecekan kesehatan rutin terutama sebelum shift malam, serta memperkuat sinergi komunikasi HSE dengan seluruh stakeholder proyek.

Baca Juga :

Inovasi Cable Stay Besutan DSI Mejeng di Pameran HAKI 2025

Artikel Terkait

Back to top button
Chat WhatsApp

HUBUNGI KAMI

👑 Berlangganan Artikel Premium 📰 Iklan Display Produk (Majalah dan Website) 📣 Liputan Khusus
Banner Kiri
Banner Kanan